Dituding Jual Lahan APL, Warga Koromatantu Minta Kades Letakkan Jabatan

0
122
Foto: Warga Desa Koromatantu saat bertemu Bupati Morut Delis J Hehi, meminta Kades Koromatantu untuk segera diberhentikan dari jabatannya (Samuel)

MORUT, POSONEWS – Sejumlah perwakilan masyarakat Desa Koromatantu Kecamatan Petasia, mendatangi Kantor Bupati Morowali Utara ( Morut), untuk bertemu langsung dengan Bupati Morut Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS. Kehadiran mereka diterima langsung  Bupati Delis  di ruang kerjanya, Selasa (5/4/2022).

Maksud kedatangan mereka, terkait mosi tidak percaya kepada Kepala Desa Koromatantu, dan meminta kepada Bupati Delis agar segera  memberhentikan Kades Koromatantu, Juti Arsen dari jabatannya, karena diduga kuat telah menjual lahan Areal Penguasaan Lain ( APL) Desa Koromatantu seluas 12 Ha kepada Perusahaan Tambang PT. Mineral Bumi Nusantara (MBN) dengan  mengatasnamakan salah satu  Kelompok Tani  beranggotakan 12 orang. Harga penjualan lahan bernilai fantastis mencapai  Rp 420 juta.

Perwakilan masyarakat Koromatantu, Mustakim mengatakan,  Kades Koromatantu diduga telah menjual Lahan APL Desa Koromatantu secara sembunyi – sembunyi kepada pihak PT MBN, tanpa adanya persetujuan melalui  rapat umum dengan masyarakat sebelumnya. 

“Kami berharap pak Bupati bisa bijak menyikapi hal ini. Kami inginkan lahan APL yang  telah diperjual belikan kepada pihak perusahaan agar dikembalikan statusnya seperti semula. Kemudian  dana yang sudah terlanjur diambil dari pihak perusahaan agar dikembalikan,” kata Mustakim.

Menanggapi hal itu,  Bupati Delis sangat mengapresiasi kehadiran masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya tersebut.  Kata dia, berkaitan  dengan tuntutan mereka,  Bupati Delis menawarkan dua solusi kepada masyarakat. Yang pertama, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan manajemen PT MBN, untuk membicarakan agar dana senilai Rp 420 juta tersebut, bisa juga diperoleh  masyarakat Koromatantu secara keseluruhan. Dengan pertimbangan agar investasi PT MBN, bisa berjalan normal tanpa adanya gangguan lagi kedepannya.

Kedua, pihaknya juga akan membicarakan dengan pihak perusahaan, agar bisa menyediakan dana kompensasi kepada masyarakat, untuk kegiatan pengapalan perdana, dapat dibayarkan terlebih dahulu, meskipun PT MBN belum melakukan pengapalan. 

“Jika itu disepakati, pasti  kami akan tindak lanjuti. Untuk kepentingan negosiasinya, kami  serahkan penuh kepada  masyarakat dan pihak PT MBN nantinya.  Pemda Morut tidak akan terlibat. Karena  kehadiran kami hanya sebatas mediator,” ujar orang nomor satu di Morut itu.

Bupati Delis menambahkan, sekaitan dengan permintaan masyarakat agar Kades Koromatantu di non aktifkan dari jabatannya,  hal tersebut tentunya  memerlukan pengkajian yang lebih komprehensif. Karena untuk memberhentikan seorang Kades,  harus sesuai dengan prosedur dan mekanisme  yang jelas.

“Permintaan tersebut tetap kami tindaklanjuti. Kami akan rekomendasikan kepada Kadis PMD Morut, untuk mengkajinya lebih mendalam lagi,” jelas Delis.

Setelah mendengarkan penjelasan dari  Bupati Morut Delis J Hehi, masyarakat yang hadir menyepakati solusi yang ditawarkan tersebut.  Masyarakat menyerahkan penuh proses penyelesaiannya kepada Pemda Morut. CHEM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here