142 KTML Terima Kompensasi, Gubernur Sulteng Beri Apresiasi LPSK

0
59

PosoNews.id, Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura mengapresiasi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), atas terlaksananya kegiatan penyerahan kompensasi korban tindak pidana terorisme masa lalu di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sebanyak 142 Korban Terorisme Masa Lalu (KTML) yang berdomisili di Sulteng dengan total kompensasi sebesar Rp 23.920.000.000 diserahkan secara simbolis, oleh Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo bersama Gubernur Sulteng yang diwakili oleh wakil Gubernur Sulteng Mamun Amir dan anggota Komisi III DPR RI Sarifudin Sudding bertempat di kantor Gubernur Sulteng, Jumat (4/3/2022).

Dalam arahan Wakil Gubernur Ma’mun Amir menyampaikan, hal ini merupakan wujud perhatian dari pemerintah kepada masyarakat yang menjadi korban terorisme, dengan tujuan memberi perlindungan dan keadilan sosial.

“Ini tugas kita untuk kolaborasi melakukan upaya-upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi agar paham-paham radikal dan terorisme tidak berkembang luas di Sulteng,” sebut Wagub Ma’mun.

Tentunya sambung Wagub, ini menjadi harapan bersama agar kegiatan ini tidak sekedar seremonial belaka, tetapi hendaknya dapat mendorong rekonsiliasi antara korban dan pelaku agar tidak ada lagi dendam dan permusuhan.

“Olehnya selaku pimpinan daerah kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi, atas perhatian pemerintah pusat melalui LPSK kepada para korban,” tukasnya.

Ditempat terpisah, Kasatgas V Humas Ops madago raya Kombes Pol Didik Supranoto menuturkan, penyerahan kompensasi korban tindak pidana terorisme masa lalu di Sulteng merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat baik itu secara materi, phisikis maupun upaya-upaya pembinaan.

“Hal ini juga selalu kami lakukan dalam Operasi Madago Raya, selain melakukan pengejaran, banyak hal lain yang juga sudah kami lakukan untuk merubah pola fikir dari kelompok-kelompok yang berupaya menggerogoti dan menghasut masyarakat untuk berbuat hal-hal yang mengarah pada tindakan terorisme dan intoleran. Seperti, konseling, sambang, pembagian sembako dan menerjunkan da’i dan da’yah TNI-POLRI,” terangnya

Tentunya, ini semua dilakukan secara masif di tengah-tengah masyarakat, dengan harapan tidak ada lagi warga masyarakat yang terkontaminasi terhadap paham-paham yang intoleran. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here