Sedang Dikerjakan, Proyek Long Storage Distan Poso Ambruk

0
223

POSONEWS – Proyek pembangunan rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana berupa sarana penampung air memanjang (Long Storage) Dinas Pertanian Kabupaten Poso, tahun anggaran 2021 yang berada di Desa Kilo  Kecamatan Poso Pesisir Utara, ambruk.

Proyek yang diswakelolakan kepada kelompok tani Sejahtera 1 Desa Kilo yang  dialokasikan dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), sebesar Rp.114 juta tersebut, memiliki tenggat waktu masa kerja selama 169 hari kelender. 

Sayangnya, proyek tersebut mengalami kerusakan atau jebol meskipun belum sempat terpakai.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Alpius Rabu (20/10/2021), membenarkan adanya laporan terkait pekerjaan proyek swakelola jenis Long Storage milik kelompok tani Sejahtera 1 Desa Kilo yang jebol atau amblas.

Menurutnya, meskipun proyek tersebut masih sepenuhnya dalam pengawasan dinas pertanian, namun tanggung jawab masih merupakan tugas kelompok tani yang pekerjaannya juga masih sementara berjalan. Karena pencairan dananya baru mencapai 25 persen dari total keseluruhan anggaran Rp.114 juta.

“Yang jelas kan ada fasilitator. Mereka nanti yang turun ke lapangan untuk melihat langsung seperti apa kondisi kerusakan. Saya juga baru mendapatkan laporan, dan dalam waktu dekat pasti kami akan turun juga ke lapangan,” ungkap Alpius.

Ditanya soal lambatnya pihak Dinas merespon atas jebolnya tanggul tersebut, ia mengatakan, jika sejauh ini sama sekali tidak menerima laporan dari masyarakat ataupun pihak kelompok tani Sejahtera sebagai pelaksana proyek. 

Dia juga sangat menyayangkan dengan anggaran sebesar itu, kondisi bangunan sudah rusak parah padahal belum dipakai dan bahkan proses pekerjaan masih berjalan .

“Saya sudah bicara dengan fasilitatornya dan mereka akan memperbaiki kembali saluran air yang jebol. Apalagi pencairan dananya juga baru 25 persen yang dicairkan,” jelas Alpius.

Sementara itu secara terpisah, Jemi selaku pelaksana proyek yang turut dikonfirmasi mengatakan , jebolnya proyek saluran air tersebut akibat curah hujan tinggi yang turun selama dua hari dan mengakibatkan banjir, sehingga membuat jebol saluran air yang baru beberapa bulan dibangun. 

Diakuinya, kerusakan tersebut terjadi pada awal Oktober 2021. Namun belum sempat diperbaiki dengan alasan masih menunggu kondisi cuaca di Poso membaik. Karena menurutnya, hingga saat ini masih turun hujan.

“Terkait kerusakan ini sudah saya sampaikan ke dinas, dan ini kan masih tanggung jawab saya.  Dan saya akan perbaiki,” ungkap Jemi.

Secara rinci Jemi menjelaskan jika proyek swakelola kelompok tani Sejahtera 1 yang dikerjakan tersebut jenis Long Storage sepanjang 206 meter dengan lebar 60 centimeter dengan anggaran sebesar Rp.114 juta.

Dirinya juga tidak khawatir dengan jebolnya bangunan tersebut, mengingat anggaran yang dia telah cairkan baru 25 persen dan masih ada kesempatan untuk perbaikan. Meskipun panjang saluran yang jebol mencapai 10 meter.

“Kalau dikatakan saya belum melapor ke dinas, itu tidak betul. Justru saya lebih dahulu melapor, sebelum wartawan konfirmasi ke saya. Dan intinya saya akan perbaiki semua yang jebol,” tegas Jemi. NCU/ADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here