Ketua Umum KBW Tanggapi Video Viral Ketua KPUD Morut

0
321
Ketua Umum Yayasan Majelis Ta'lim Khalid Bin Walid (KBW) Pusat Poso, Sulawesi Tengah, Ustadz Sugianto Kaimudin

PosoNews.id, Poso- Penanganan Covid-19 di Indonesia sangat dibutuhkan keseriusan dan keterlibatan semua unsur.

Disiplin menggunakan masker dengan mentaati 5M merupakan bagian keseriusan dan dukungan masyarat dalam menangani masa Pandemi Covid-19 di seluruh daerah di wilayah Indonesia.

Namun demikian, harus diselaraskan dengan gerakan yang santun dan mengedepankan rasa menghargai sesama manusia ciptaan Allah SWT, karena tak ada yang ingin memilih tertular Covid-19.

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh agama yang juga Ketua Umum Yayasan Majelis Ta’lim Khalid Bin Walid (KBW) Pusat Poso, Sulawesi Tengah, Ustadz Sugianto Kaimudin kepada media ini, Selasa (27/7/2021), menyusul viralnya video di media sosial tentang pengumuman seorang pejabat, yakni Ketua KPUD Morowali Utara, Yusri Ibrahim baru-baru ini.

Dikatakannya, himbauan yang kemungkinan disertai dengan candaan tersebut dianggap sangat tidak profesional dan proporsional diperdengarkan kepada rakyat Morut dengan ungkapan “kalau tidak mau pake masker tinggalkan Morut dan masuk hutan”.

“Menurut saya, itu bukan ungkapan perintah, akan tetapi merupakan penghinaan terhadap masyarkat yang pluralis, oleh karenanya penting untuk diberikan sanksi sehingga kedepan tidak ada lagi Om Uci yang lain, yang seenaknya bicara melukai hati masyarakat, kitapun sadar bahwa masih ada masyarakat yang masih bandel dan tidak mengikuti protokol kesehatan, tapi hal ini mesti dimaknai sebagai tantangan tugas bagi aparat ataupun yang lainnya, karena tidak semua lapisan masyarakat memahaminya, bahasa yg terungkap dari Om Uci seakan manusia itu seperti binatang yang harus diusir ke hutan hanya gara-gara tidak pakai masker,” ungkapnya.

Ditambahkan Ustadz Sugianto, di masa pandemi ini, seharusnya semua pihak saling memberikan semangat agar dapat melewati masa-masa sulit, bukan dengan menyalahkan masyarakat.

“Coba kita jalan-jalan tanya-tanya juga ke masyarakat, kenapa sampai terjadi seperti ini, lalu kita berikan solusi, kembalikan kepercayaan mereka soal penanganan pandemi. Jangan menambah penderitaan rakyat dengan bahasa yg tak sepadan Krn anda sendiri sesungguhnya dari rakyat dan akan kembali ke rakyat kelak,” tandasnya. (DRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here