Gempa 6,5, Warga Touna di Pesisir Pantai Panik dan Mengungsi

0
383
Suasana kota Ampana saat terjadi gempa

PosoNews.id, Touna- Gempa Magnitude 6.5 yang terjadi Senin 26 Juli 2021 Pukul 19:09:07 WIB atau pukul 20:09:07 Wita, membuat warga Kota Ampana Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), panik dan mengungsi.

Gempa yang berlokasi
:0.73 LS,121.92 BT (59 km TimurLaut Tojo Una-una dengan kedalaman 10 km tersebut memaksa warga yang bermukim di pesisir pantai Kota Ampana harus mengungsi ke tempat yang dirasa aman.

Pantauan media ini disejumlah titik yang berada di pesisir pantai kawasan Kota Ampana, seperti di Desa Labuan, Kelurahan Dondo, Dondo Barat, Kelurahan Uentanaga Bawah, Bailo dan sekitarnya, terlihat para warga dengan barang seadanya mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Usai gempa warga terlihat berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka yang berada di pesisir pantai. Dengan menggunakan sepda motor, bentor dan mobil warga menuju arah kantor Bupati Touna yang berada di Kelurahan Uemalingku.

Saat gempa terjadi, aliran listrik langsung padam dan belum menyala hingga pukul 22.07 Wita.

Sejumlah warga yang ditemui mengaku, mereka meninggalkan tempat tinggalnya karena trauma dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pasca gempa yakni adanya gempa susulan.

“Kita meninggalkan tempat tinggal karena kita mengantisipasi terjadinya tsunami dan gempa susulan,” kata Abd Rahman warga Kelurahan Dondo.

Sementara Hafid warga Kelurahan Uentanaga Atas Kecamatan Ratolindo menyebutkan, gempa yang terjadi Senin malam terbilang cukup kuat dan menyebabkan warga berhamburan keluar rumah.

“Kami sekeluarga saat gempa terjadi hanya keluar rumah dan berdiam di halaman sambil tetap waspada,” ujarnya, Senin (26/7/2021).

Dia mengaku, dirinya sempat panik dan meminta anggota keluarga untuk tenang dan tidak percaya isu isu yang tidak valid kebenarnanya.

“Kami tetap memantau perkembangan. Karena ada keluarga yang bemukim di pinggir pantai sudah mengungsi di tempat yang lebih aman guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi,” sebutnya.

Pantauan media ini di pelabuhan Ampana di pantai Dondo Barat, kondisi air laut tidak mengalami surut yang signifikan sebagaimana adanya tanda tanda terjadinya tsunami. Sebagian warga yang bermukim di pinggir pantai tetap tidak meninggalkan rumahnya, guna memgantisipasi adanya gangguan keamanan. Kerusakan akibat gempa belum dapat terpantau karena situasi gelap akibat listrik padam pasca gempa

Aparat Kepolisiian dari Polres Touna terus bersiaga pasca gempa 6,5 dan melakukan patroli di sejumlah titik guna mengantisipasi adanya gangguan keamanan pasca gempa, terutama di wilayah pesisir pantai. (RHM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here