Jumlah Warga Morut Yang Divaksin Sudah Mencapai 20,3 Persen

0
186
Foto: Wabup Morut H.Djira memimpin rapat koordinasi Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Morowali Utara di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Selasa (06/07/2021) (Foto: Kominfo Morut)

MORUT, POSONEWS – Program vaksinasi Covid-19 bagi warga Kabupaten Morowali Utara hingga kini terus berjalan.  Pemerintah Kabupaten terus berupaya agar target vaksinasi bagi 90.091 warga Morut bisa dituntaskan.

Berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19 Morut, hingga kini tercatat jumlah warga Morut yang sudah menerima vaksin baru mencapai 18.360 orang atau sekitar 20,3% dari 90.091 warga yang menjadi target vaksinasi di wilayah itu.

Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Morut Delnan Lauende, M.Kes dalam rapat koordinasi Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Morut yang dipimpin langsung Wakil Bupati Morut H.Djira di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Selasa (06/07/2021).

Rapat Koordinasi kali ini menyampaikan beberapa poin penting. Diantaranya laporan dari Gugus Tugas Covid-19 periode tahun 2020-2021, Rencana Penetapan Kegiatan Ibadah Idul Adha Tahun 2021, Pemberlakuan Sistem Keluar Masuk di berbagai wilayah perbatasan, Kegiatan masyarakat yang dapat menyebabkan berkumpulnya orang banyak, Rencana Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Ajaran 2021, serta ketersediaan Tabung Oksigen untuk pemenuhan kebutuhan Pasien yang ada di Puskesmas maupun Rumah Sakit di daerah Morowali Utara.

Rapat dibuka dengan penyampaian Laporan Gugus Tugas Covid-19 yang dipaparkan langsung oleh Kadis Kesehatan Delnan Lauende, M.Kes. Dimana pada saat ini telah dibangun 28 Posko Desa dan 20 Pembentukan Kampung Tangguh Covid-19 di Kabupaten Morowali Utara. Untuk progress pasien sembuh dari positif Covid-19 dari April 2021-Juli 2021tercatat ada 82 pasien yang telah sembuh dari 114 pasien yang positif Covid-19.

Terkait program vaksinasi Covid-19 yang baru mencapai 20,3% dari sasaran, pemerintah berharap agar masyarakat Morowali Utara dapat membantu mensukseskan program Vaksinasi ini.

Sementara untuk penetapan keputusan pelaksanaan ibadah Idul Adha tahun 2021 itu sendiri masih mengacu kepada keputusan pemerintah pusat dimana daerah dengan Zona Merah dan Oranye kegiatan Ibadah dilaksanakan di rumah masing-masing dan daerah dengan zona Kuning dan Hijau dapat melaksanakan Ibadah di Masjid atau lapangan.

Hal yang sama berlaku untuk sekolah tatap muka ajaran baru tahun 2021. Dimana daerah dengan Zona Merah dan Oranye belum dapat melaksanakan kegiatan sekolah tatap muka dan daerah dengan zona Kuning dan Hijau diperbolehkan melaksanakan kegiatan sekolah tatap muka.

Untuk kegiatan masyarakat yang dapat menyebabkan berkumpulnya banyak orang seperti resepsi pernikahan, hajatan dan kegiatan sejenisnya pemerintah akan melakukan pembatasan serta pemantauan secara langsung, dimana jumlah orang akan dibatasi. Begitu pula dengan berbagai wilayah perbatasan yang ada di Morowali Utara akan lebih dipantau serta dijaga terutama yang berbatasan langsung dengan Kabupaten dengan kategori Zona Merah seperti Poso dan Luwuk.

Sesi terakhir adalah perihal ketersediaan tabung oksigen untuk pemenuhan kebutuhan pasien yang ada di Puskesmas maupun Rumah Sakit di daerah Morowali Utara. Saat ini tengah dilakukan manajemen agar tidak terjadi kelangkaan seperti yang terjadi di Wilayah lain. Diantaranya dengan membagi tabung oksigen menjadi 2 kategori, yaitu untuk pasien yg Covid-19 dan yang Non Covid-19, serta melakukan komunikasi dengan daerah terdekat yang dapat menyuplai dan mendistribusikannya dengan cepat agar tidak terjadi kelangkaan.  (CHEM/ Kominfo Morut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here