Kenali Demam Keong (Schistosomiasis) Di Sulawesi Tengah

0
391

PosoNews.id– Schistosomiasis adalah salah satu penyakit yang dapat ditemukan di daerah tropis maupun subtropics. Indonesia merupakan salah satu negara yang dimana penyakit ini dapat ditemukan, akan tetapi penyakit ini hanya ditemukan di daerah Sulawesi Tengah. Masyarakat sekitar mengenal penyakit ini dengan penyakit demam keong.

Schistosomiasis (demam keong) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing yang masuk dalam genus Schistosoma.

Di Sulawesi Tengah penyakit ini disebabkan oleh cacing jenis Schistosoma japonicum dan hospes perantaranya keong (Oncomelania hupensis lindoensis).

Ada tiga daerah yang menjadi lokasi penyakit ini ditemukan yakni Dataran Tinggi Napu, Dataran Tinggi Lindu dan Dataran Tinggi Bada.

Ketiga daerah ini menjadi sasaran berkembang biaknya hewan penyebab penyakit ini, dikarenakan daerah ini memiliki curah hujan yang tinggi yang dimana lokasinya selalu lembab sehingga hospes perantara Oncomelania hupensis lindoensis (keong) sangat banyak ditemukan di daerah ini.

Penyakit ini dengan mudah akibat aktivitas manusia sebagai petani bekerja di ladang yang lembab serta banyak berinteraksi dengan hewan ternak.

Penyakit Schistosomiasis dapat terjadi ketika cacing Schistosoma japonicum masuk kedalam tubuh dengan cara menembus kulit kemudian masuk ke dalam pembuluh darah lalu menginfeksi organ dalam tubuh manusia seperti liver (hati).

Selain manusia penyakit ini dapat menginfeksi hewan ternak juga, yang kemudian penyakit ini dapat menyebar dari kotoran yang dibuang.

Adapun gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini antara lain rasa lesu, gatal-gatal diikuti kemerahan pada kulit, perut kembung, mual serta demam.

Apabila penyakit ini tidak dicegah maka akan menimbulkan pembengkakan pada hati.

Telah banyak upaya yang dilakukan untuk pengendalian penyakit ini akan tetapi penularan masih terus berlangsung, akibat kurangnya kesadaran masyarakat, aspek lingkungan serta aspek sosial budaya dan ekonomi.

Untuk itu, dibutuhkan penyuluhan secara terus menerus terhadap masyarakat tentang penyakit Schistosomiasis mulai penyebab, pola penyebaran hingga pencegahannya.

Selain itu, dibutuhkan pengadaan APD (Alat Perlindungan Diri) agar masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan aman menggunakan APD.

Oleh: Febby Alvanda Rangga, Mahasiswa Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here