Usai Dilantik, Bupati dan Wabup Morut Disambut Adat di Perbatasan

0
434
Foto: Bupati Morut Dr.dr Julkarson Hehi, Mars dan Wabup H.Djira K didampingi kedua istri usai menerima pengalungan bunga dari warga di wilayah perbatasan Minggu (2/5), saat upacara penyambutan secara adat usai keduanya dilantik di Palu (Foto: Samuel/PN)

MORUT, POSONEWS –  Usai dilantik oleh Gubernur Sulteng di Palu pada Jumat 30 April 2021 lalu, Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara terpilih periode 2021-2024, Dr.dr Delis Julkarson Hehi Mars dan H.Djira K, Minggu (2/5/2021) tiba di Bumi Tepo Asa Aroa tepatnya di perbatasan Morowali Utara sekitar pukul 16.15 wita.

Kedatangan pasangan Bupati dan Wabup Morut yang telah resmi menggunakan kendaraan dinas DN 1 U dan DN 2 U, disambut ratusan warga dan pejabat tepat di perbatasan Desa Tiwa Kecamatan Mori Utara.  

Ada rasa haru, bangga dan ceria terpancar dari wajah pasangan Bupati dan Wabup Morut  serta istri saat bertemu  langsung dengan masyarakat Kabupaten Morowali Utara di wilayah perbatasan Desa Tiwa Kecamatan Mori Utara.

Desa Tiwa merupakan desa pertama yang merupakan pintu gerbang saat memasuki wilayah Bumi Tepo Asa Aroa Kabupaten Morowali Utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Poso.

Hadir dalam penyambutan tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para camat dan kepala kepala desa, Lembaga Adat, tokoh masyarakat dan sebagian masyarakat Kabupaten Morowali Utara.

Prosesi penyambutan dilakukan dengan menggunakan adat Mori yang dipimpin langsung Camat Mori Utara Yeslian Suade SE. Penyambutan rombongan Bupati dan Wabup Morut diawali dengan suguhan pertunjukan tarian Cakalele oleh lembaga adat Mori yang dilanjutkan dengan pemasangan Siga dan pengalungan bunga kepada Bupati dan Wakil Bupati  Morut serta penyerahan karangan bunga kepada kedua istri yang mendampingi.

Tradisi ini ditujukan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada pimpinan daerah agar selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan roda pemerintahan, agar Bupati dan Wakil Bupati terpilih ini bisa berjalan baik ke depannya.

Kepala Desa Tiwa Robert Podengge yang dimintai keterangan mengaku sangat bangga dengan penyambutan prosesi adat Bupati dan Wabup Morut yang digelar di desanya.

“Prosesi penyambutan Ini tentunya sangat membanggakan bagi  warga Desa Tiwa. Sebab penduduk dari kampung ini menjadi masyarakat Morowali Utara pertama yang bisa dikunjungi oleh Bupati dan Wakil Bupati setelah resmi dilantik,” ujarnya.

Tarian Cakalele sebagai bagian dari adat Mori

Berbagai doa dan harapan pun dipanjatkan untuk bisa melaksanakan dan mewujudkan pembangunan di Bumi Tepo Asa Aroa ini.

“Harapan kami sebagai masyarakat, dari segi kesejatraan bisa terwujud. Khususnya bagi kami yang berada dibagian utara ini. Mohon untuk bisa diperhatikan juga ke depannya sebagai pintu gerbang masuk keluar daerah. Sesuai visi dan misi untuk mewujudkan masyarakat sehat, cerdas dan sejahtera,” tuturnya.

Usai upacara adat tersebut, rombongan bupati pun langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Lembontonara untuk berbuka puasa bersama. Dan selanjutnya akan melanjutkan perjalanan sambil temu sapa dengan masyarakatnya yang sudah menanti di sepanjang kampung yang akan dilalui.

Karena untuk menuju ibukota Kabupaten Morowali Utara di Kolonodale masih membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan. Penyambutan upacara adat yang dilakukan berlangsung singkat dan tetap menerapkan protokol kesehatan. CHEM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here