Pasca Puting Beliung di Meko, Pemda Poso Dirikan Tenda Darurat Untuk Ibadah

0
155
Foto: BPBD Poso membangun tenda darurat di lokasi bencana angin puting beliung di Desa Meko Kecamatan Pamona barat. Tenda darutat ini untuk tempat ibadah sementara warga Desa Meko yang tertimpa bencana. (Foto:Dok.BPBD Poso)

PAMONA BARAT, POSONEWS – Pasca bencana angin puting beliung yang melanda Desa Meko Kecamatan Pamona Barat pada akhir pekan lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan satu unit tenda darurat untuk warga sebagai tempat sementara dalam menjalankan ibadah.

Tenda darurat yang berukuran 10 X 16 meter yang didirikan oleh tim BPBD bersama TNI/Polri setempat sebagai sarana warga yang beragama Nasrani untuk tetap melaksanakan ibadah sementara akibat dua gereja yang ada di Desa Meko rusak berat diterjang bencana alam puting beliung Sabtu (17/04/2020).

Sekertaris BPBD Kabupaten Poso, Musdar mengatakan setelah dilakukan pendataan sementara, jumlah kerusakan yang diakibatkan angin puting beliung tersebut mengakibatkan rumah ibadah masing-masing gereja Katolik Meko, rumah Pastori Toraja Kanaan Meko, Puskesmas Meko serta satu rumah warga rusak berat.

Menurutnya, pembangunan tenda darurat sementara yang telah rampung dan telah digunakan oleh warga untuk beribadah sejak Minggu (18/04) tersebut bisa menampung sedikitnya 100 orang jemaah. Tenda darurat untuk ibadah inidigunakan sambil menunggu perbaikan atap gereja yang terkena puting beliung selesai.

“Kita sudah melakukan pendataan terkait kerusakan dan jumlah korban. Langkah Pemda untuk sementara dengan mendirikan tenda darurat yang dipakai untuk beribadah bagi umat Nasrani akibat gereja yang mereka gunakan selama ini rusak berat, termasuk seluruh atapnya terbang diterjang puting beliung,” ungkap Musdar yang dikonfrmasi via telephone Senin (19/4).

Musdar menambahkan, meskipun bentuknya tenda darurat, namun fasilitas serta perlengkapan yang ada termasuk tempat duduk cukup nyaman dan aman untuk ditempati beribadah. Sebab selain ukuran tenda yang luas dan tinggi, bangunan tenda juga cukup untuk menampung jumlah jemaah yang ada.

Meskipun dalam suasana bencana, pihaknya tetap berharap agar warga dalam menjalankan ibadah tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

“Tenda darurat yang dibangun cukup besar. Kita berharap untuk sementara warga bisa menggunakan sebagai sarana beribadah sambil menunggu rumah ibadah mereka rampung kita perbaiki,” harap Musdar.

Bupati Poso Verna Gladies Inkiriwang bersama Kapolres Poso AKBP. Rentrix Riyaldy Yusuf bersama unsur Muspida lainnya telah turun langsung mendatangi lokasi bencana. Dalam kesempatan yang sama, Bupati Poso bersama jajarannya juga mendatangi rumah duka untuk memberikan semangat dan pihaknya berjanji dalam waktu dekat seluruh bangunan yang rusak termasuk rumah warga akan secepatnya diperbaiki. LEE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here