Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Tokoh Islam Poso Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan

0
162
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, Kyai. Hi. Arifin Tuamaka

PosoNews.id, Poso- Pasca peristiwa tragedi bom bunuh yang terjadi di depan gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3), mendorong sejumlah tokoh masyarakat Islam Kabupaten Poso angkat bicara serta menyatakan keprihatinan akan peristiwa tersebut.

Seperti yang di sampaikan salah seorang tokoh masyarakat Muslim Poso yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, Kyai. Hi. Arifin Tuamaka, bahwa peristiwa tersebut bukanlah cerminan dari sikap masyarakat Islam pada umumnya.

“Tidak dalam ajaran Islam yang menganjurkan untuk melakukan tindakan teror kepada umat lain, apalagi kepada mereka yang sedang melaksanakan ibadahnya,” ungkap Kyai Arifin saat di hubungi media ini via ponselnya, Minggu (28/3) petang.

Selain itu, ketua MUI Poso ini juga menghimbau agar umat Islam, khususnya umat Poso agar tetap menjalin soliditas dalam menjaga kondusifitas yang ada di Kabupaten Poso. “Mari kita tunjukkan, kalau kita adalah umat yang cinta akan kedamaian,” urainya.

Ditambahkan kyai Arifin, terkait perstiwa bom bunuh diri tersebut, agar sepenuhnya diserahkan kepada pihak aparat keamanan, baik pihak Polri maupun TNI untuk dapat mengungkap serta menegakan penaganan hukumnya secara tuntas.

Yang tidak kalah pentingnya kata Kyai Arifin, agar seluruh kompenen masyarakat Poso untuk tetap menjaga silaturahmi serta tetap mejaga persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa.

Sama hal yang disampaikan oleh salah satu tokoh Masyarakat Islam Poso lainya yang datang dari organisasi besar Islam. Yakni, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Poso. Dimana dengan tegas menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden bom bunuh diri yang meledak di depan Gereja Katedral, Makassar.

Sekretaris NU Kabupaten Poso, Ustad Asri Lakuntu

“Kekerasan bukanlah ajaran dari suatu agama apapun. Karena setiap agama mengajarkan kepada kita cinta kasih antar sesama. Terlebih Islam sebagai agama menganjurkan nilai-nilai toleransi dalam beragama dan menebarkan perdamaian,” tegas Sekretaris NU Cabang kabupaten Poso Poso, Ustad Asri Lakuntu.

Olehnya atas kejadian tersebut, Ustad Asri mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas dan mendorong Kepolisian bisa menuntaskan kejadian tersebut.

“Sebagai umat yang beragama dan juga selaku warga negara yang baik, kita tetap percayakan kepada pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas atas peristiwa itu. Serta menangkap pelaku kekerasan yang terlibat dan terkhusus masyarakat Kabupaten Poso tidak terprovokasi atas tindakan biadap tersebut,” tukasnya.

Ditambahkan, bahwa sesunguhnya tindakan ini sedikit pun tidak ada pembenaran dalam ajaran Islam, karena agama Islam adalah agama Rahmatan Lil ‘Alamin. Maka segala bentuk apapun, baik ucapan maupun tindakan yang tidak mencerminkan kasih sayang hakekatnya itu bukan Islam.

Dia juga mengajak kepada seluruh umat Islam untuk tetap menjaga silaturahim kepada siapa pun itu, “Perlihatkan bahwa kita adalah keluarga sebangsa dan setanah air,” tandasnya. (TIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here