Mantan Kades Katu “FL” Dijebloskan ke Rutan Poso

0
243
Mantan Kades Katu Kecamatan Lore Tengah, berinisial FL (Pakai Rompi Merah) saat dibawa menuju Rutan Poso, Selasa (2/3/2021) usai ditahan secara resmi oleh Kejari Poso. FOTO : RAHMAN

PosoNews.id, Poso – Mantan kepala desa (Kades) Katu Kecamatan Lore Tengah, Sulawesi Tengah (Sulteng)  berinisial FL dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Poso oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Poso dalam kasus dugaan korupsi Penyalahgunaan Pengelolaan Dana Desa tahun 2019.

FL resmi ditahan oleh Kejari Poso dilakukan sejak Selasa 2 Maret 2021 hingga 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan)  Poso.

Tersangka FL dijebloskan ke Rutan Poso menggunakan mobil khusus dari Kejari Poso dipimpin Kasi Pidsus, Hazairin,SH serta dalam pengawalan ketat petugas Kejari Poso.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso, Lapatawe Hamka, SH,MH dalam konferensi pers, Selasa (2/3/2021) di Lobi Kejari Poso menjelaskan, alasan pihaknya menahan tersangka FL yang merupakan mantan kepala desa periode 2013-2019, dikarenakan yang bersangkutan diduga melarikan diri dan merusak barang bukti dan ancaman hukuman berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di atas 5 tahun.

Kajari Poso, Lapatawe Hamka, SH, MH didampingi Kasi Pidsus Hazairin,SH, Kasi Datun, Enjang Slamet,SH dan anggota Jaksa Pemeriksa, Hasyim, SH   saat konferensi pers, Senin (22/2/2021) di Kantor Kejari Poso saat mengumumkan penahanan tersangka FL mantan Kades Katu Kecamatan Lore Tengah dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan pengelolaan Dana Desa tahun 2019 di Desa Katu. FOTO : RAHMAN

“Tersangka FL diancam dan disangkakan dengan pasal 2 ayat 1 junto  pasal 3 junto pasal 18 ayat 1 huruf (b) ayat 2 dan 3, UU RI nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi,” kata Kajari Poso, Lapatawe Hamka, didampingi Kasi Pidsus Hazairin,SH, Kasi Datun, Enjang Slamet,SH dan anggota Jaksa Pemeriksa, Hasyim,SH   saat konferensi pers, Senin (22/2/2021) di Kantor Kejari Poso.

Hamka menyebutkan, dalam kasus ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 24 orang saksi yang berasal dari desa, dinas PMD Poso, dari keuangan dan saksi ahli dari Inspektorat Poso.

Hamka menambahkan, Berdasarkan hasil audit pihak inspektorat, akibat perbuatan tersangka kerugian negara sebesar Rp.620.601.701.50,” tandasnya.

Hamka menjelaskasn, FL di tahan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan pengelolaan Dana Desa Katu Tahun 2019 terkait dengan tiga kegiatan yakni diantaranya kegiatan pembangunan Jembatan Gantung sepanjang 35 meter dengan anggaran Rp.318.479.470,- , pembangunan plat deucker  2 unit dengan anggaran Rp.23.030.000,- serta pembangunan rabat beton sepanjang 150 meter dan 50 meter dengan anggaran Rp.104.925.000,- serta pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1.200 meter dengan anggaran Rp.338.305.000,-

Dalam memeriksa kasus ini sebut Hamka, ada ketabahan sebanyak 4 saksi yang diperiksa diantaranya dua dari Dinas PMD, Satu Camat dan satunya dari    Keuangan.

“Tiga sudah kami periksa hari ini (Selasa) dan satu saksi rencananya kami periksa besok Rabu,” sebut Hamka.

FL Ditetapkan Jadi Tersangka

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso menetapkan mantan Kepala Desa (Kades) Katu periode 2013-2019 berinisial FL sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Katu, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulteng.

Penetapan FL sebagai tersangka disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso,  Lapatawe Hamka, SH MH didampingi Kasi Pidsus Hazairin,SH, Kasi Intel, Farhan,SH dan  Kasi Datun, Enjang Slamet,SH,  saat konferensi pers, Senin (22/2/2021) di Kantor Kejari Poso.

Hamka menjelaskan, penetapan mantan Kades Katu, FL tersebut menjadi tersangka, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi  dana desa ditetapkan setelah pihaknya memeriksa dan memintai keterangan sebanyak 20 saksi serta melakukan gelar perkara tersebut.

“Setelah kami memintai  keterangan dan memeriksa puluhan saksi serta gelar perkara, kami akhirnya dapat menetapkan satu orang tersangka yakni saudara FL, umur 51 tahun pekerjaan mantan Kepala Desa Katu periode 2013-2019 dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa/APBDesa Katu tahun 2019,” papar  Lapatawe Hamka dihadapan sejumlah wartawan.

Dalam kasus ini, Kejari Poso telah melakukan penyitaan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp.38.000.000 serta satu unit mobil merek Toyota Avanza Veloz 1.3 tahun 2016 warna hitam metalic dengan nomor polisi DN 1023 CE beserta STNK dan kunci kontaknya, dan dibeli oleh tersangka dengan harga Rp 170.000.000 di Kota Luwuk.

Hamka menjelaskan, adapun uraian singkat perkara yakni berdasarkan  APBDes Katu tahun 2019, besaran dana yang dikelola Pemerintah Desa Katu sebanyak Rp.1.515.336.711,- yang bersumber dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD), dan Bagi Hasil Pajak (BHP) serta pendapatan lain -lain, dengan rincian Dana Desa sebesar Rp. 900.273.000,- Alokasi Dana Desa Rp.534.791.400,-, BHP sebesar Rp.19.842.311,- dan pendapatan lain-lain sebesar Rp.60.430.000,-

Hamka membeberkan, bahwa didalam tahun Anggaran 2019 sebagaimana  tertuang dalam APBDesa Katu tahun 2019 terdapat beberapa item kegiatan fisik diantaranya kegiatan pembangunan Jembatan Gantung sepanjang 35 meter dengan anggaran Rp.318.479.470,-

“Jembatan ini tidak dilaksanakan atau tidak dikerjakan,” kata Hamka.

Selanjutnya kata Hamka, pembangunan plat deucker  2 unit dengan anggaran Rp.23.030.000,-

“Pekerjaan ini dilaksanakan tapi tidak selesai 100 persen, menyalahi RAB tapi dalam pertanggungjawabannya sama dengan jembatan yakni dalam LPJ nya 100 persen dilaksanakan,” sebutnya.

Selain itu sebut Kajari, item kegiatan lainnya yakni pembangunan rabat beton sepanjang 150 meter dan 50 meter dengan anggaran Rp.104.925.000,- serta pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1.200 meter dengan anggaran Rp.338.305.000,-

“Kedua kegiatan tersebut tidak dikerjakan namun dalam LPJ-nya dilaporkan 100 persen dilaksanakan dan anggaran cair 100 persen,” paparnya.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan  pihaknya bahwa dari keseluruhan kegiatan fisik pengadaan barang dan jasa  di Desa Katu Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso tahun anggaran 2019, telah dicairkan 100 persen dan telah dibuatkan surat atau  laporan pertanggungjawaban (LPJ) bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebagaimana mestinya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan tim penyidik Kejari Poso bersama tim teknis dari Inspektorat Poso, ditemukan fakta hukum bahwa pada kenyataannya pekerjaan fisik tersebut tidak dilaksanakan sebagaimanamestinya atau tidak selesai dikerjakan namun dibuat pertanggungjwaban pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan. Tidak selesainya pekerjaan tersebut disebabkan dana atau anggaran kegiatan itu dikelola sendiri dan digunakan untuk kepentingan pribadi oleh mantan Kades Katu periode 2013-2019 berinisial FL ,” jelasnya. (RHM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here