Sepanjang 2020 BPJamsostek Poso Bayar Klaim Rp 9,5 Milyar

0
233

PosoNews.id, Poso- Sepanjang tahun 2020, BPJamsostek Poso membukukan pembayaran klaim sebesar Rp 9,5 Milyar (9.589.224.553). Artinya tahun 2020 ini telah terjadi kenaikan pembayaran manfaat kepada peserta sebesar Rp 4,5 Milyar (Rp. 4.540.594.426) atau naik 90% jika dibandingkan dengan pembayaran klaim tahun 2019.

Kepala BPJamsostek Poso, Dody Risdianto kepada PosoNews.id Kamis 28 Januari 2021 mengatakan, selama 1 (satu) tahun terakhir pihaknya menerima 1.179 Kasus klaim. Yang terdiri dari klaim Jaminan Hari Tua (JHT), klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), klaim Jaminan Kematian (JK) dan klaim Jaminan Pensiun (JP).

“Klaim Jaminan Hari Tua sebesar Rp 8,5 Milyar dengan total 1.119 kasus. Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja sebesar Rp 74 juta dengan 19 kasus. Klaim Jaminan Kematian sebesar Rp 846 juta dengan 21 kasus dan klaim Jaminan Pensiun sebesar Rp 100 juta dengan 16 kasus,” ujar Dody.

Dody melihat tahun 2020 telah terjadi kenaikan kasus klaim yang sangat signifikan. Dengan adanya wabah Corona Virus Disease (covid-19) yang menyebabkan banyaknya tenaga kerja yang diberhentikan dari perusahaan.

Dalam kesempatan itu Dody berharap semoga wabah corona segera berakhir dan kondisi semakin membaik agar kedepannya para tenaga kerja dapat mendapat pekerjaan kembali.

Dody juga berharap agar semua pengusaha di wilayah kerjanya yakni Kabupaten Poso di tahun 2021 ini mendaftarkan seluruh pekerjanya, karena ini merupakan hak normatif bagi pekerja.

Bagi pekerja mandiri/pekerja Bukan Penerima Upah seperti petani, pedagang maupun nelayan dapat mendaftar secara mandiri di BPJS Ketenagakerjaan/ BPJamsostek untuk mengantisipasi resiko dan menabung untuk masa tuanya.

“Iurannya juga murah hanya dengan Rp 16.800 sudah memperoleh 2 progam yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” tuturnya.

BPJamsostek Poso pada tahun 2020 juga telah menerima penambahan pendaftaran peserta baru untuk Pemberi Kerja atau Badan Usaha sebanyak 251 dengan tenaga kerja baru sebanyak 3.364. Bukan Penerima Upah (Sektor Perorangan/Mandiri) sebanyak lebih dari 2.000 tenaga kerja (2.385) dan Jasa Konstruksi sebanyak 701 Proyek dengan jumlah 9.878 tenaga kerja.

Pendaftaran Tenaga Kerja ini kata dia, masih akan ditingkatkan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan Pemerintah daerah. “Karena resiko sosial bisa berdampak kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja,“ sambung Dody.

Sementara itu, memasuki tahun 2021 ini, BPJamsostek Poso berharap semua pekerja sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, Sehingga jika terjadi resiko kecelakaan kerja maka akan ditanggung biaya pengobatan dan perawatannya sampai dengan sembuh oleh BPJamsostek.

“Begitu juga jika terjadi resiko kematian diluar hubungan kerja maka ahli warisnya akan diberikan santunan kematian dan biaya pemakaman sebesar Rp. 42 Juta,” tutup Dody Risdianto. (LEE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here