DPW Front Persaudaraan Islam Morowali Segera Dideklarasikan

0
587
- Advertisement -

PosoNews.id, Morowali- Adanya keputusan bersama dari 6 pihak (kementerian dan lembaga), terhadap pelarangan aktifitas ormas Front Pembela Islam (FPI) di Indonesia, ternyata tidak menyurutkan semangat para mantan anggotanya.

Di Provinsi Sulawesi Tengah, singkatan yang sama telah dideklarasikan oleh mantan Ketua DPD-Front Pembela Islam Sulawesi Tengah, Ustadz Sugianto Kaimudin yang kini menjadi Front Persaudaraan Islam (FPI).

Dalam waktu dekat, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk Kabupaten Morowali juga akan segera dideklarasikan, dengan komposisi pengurus, struktur dan kegiatan yang hampir sama dengan DPW Front Pembela Islam.

Ustadz Sugianto Kaimudin menuturkan bahwa perjuangan dalam bentuk kegiatan sosial dan kemanusiaan serta kagamaan harus terus berjalan tanpa terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persaudaraan.

Sementara, Ustadz Rusli Baco selaku Ketua sementara DPW Front Persaudaraan Islam Kabupaten Morowali menyampaikan kepada seluruh pihak agar tidak menciptakan kegaduhan karena situasi dan kondisi Morowali dalam keadaan aman dan kondusif.

“Saya selaku mantan Ketua DPW Front Pembela Islam Kabupaten Morowali dan saat ini Ketua sementara Front Persaudaraan Islam Kabupaten Morowali, meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan upaya provokasi misalnya dengan memasang baliho atau spanduk yang bisa memancing ketersinggungan, di Morowali ini tak pernah FPI melakukan tindakan anarkis, dan kami sangat kooperatif tentang pembubaran ormas tersebut, kita jaga persaudaraan dengan saling menghargai,” ungkapnya.

Terpisah, mantan Sekretaris DPW Front Pembela Islam Kabupaten Morowali, yang kini menjabat sebagai Sekretaris sementara DPW Front Persaudaraan Islam, Bambang Sumantri menegaskan agar aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang berupaya membenturkan umat Islam di Morowali.

“Saya tegaskan bahwa selama FPI (Front Pembela Islam berdiri di Morowali, hanya kegiatan sosial dan kemanusiaan yang pernah dilakukan, jadi tidak perlu berlebihan menanamkan kebencian tersebut, mengenai baliho yang kami anggap provokatif, tolong pihak aparat keamanan menertibkannya sehingga kita tidak saling mencurigai, kami telah berganti nama, dan Alhamdulillah sampai saat ini malah semakin banyak yang simpati serta menyatakan diri bergabung dengan Front Persaudaraan Islam,” tandasnya. TIM.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini