Klinik Naka Madonde BNNK Poso Layani Rehabilitas Sebanyak 53 Pasien

0
180

PosoNews.id, Poso- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Poso, Sulteng menyebutkan, selama tahun 2020 telah memberikan layanan rehabilitas terhadap pengguna Narkoba sebanyak 53 pasien.

“Tercatat 53 orang telah mendapatkan layanan rehabilitasi melalui klinik Naka Madonde BNNK Poso dan terdapat 41 pasien rawat jalan dan di Puskesmas Wuasa, Kecamatan Lore Utara terdapat 12 pasien rawat jalan,” kata Kepala BNN Kabupaten Poso, AKBP Kahar Muzakir, saat konferensi pers akhir tahun 2020, Senin (28/12/2020) di kantor BNNK Poso.

Dia menyebutkan, peran keluarga dalam hal ini orang tua sangat penting guna mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan sejenisnya kepada generasi muda khusuanya dan seluruh masyarakat yang ada di daerah ini.

“Kami tidak ada apa-apanya jika peran keluarga dalam hal ini orang tua untuk memberikan pemahaman tentang bahaya Narkoba kepada anak-anaknya tidak ada,” ujarnya.

Melalui Kepala Seksi Rehabilitas, Jeferson Gaibu mengakui, dari puluhan orang yang mendapat layanan rehabilitas, masih ada juga yang tetap kembali menggunakan narkoba.

Hal ini kata dia, dipengaruhi oleh tiga faktor yakni faktor keluarga, pendidikan dan lingkungan.

“Memang masih ada yang tetap kembali menggunakan narkoba setelah menjalani beberapa kali rehabilitas namun jumlahnya sangat sedikit dari yang diberikan pelayanan rehabilitas. Rata-rata yang diberikan pelayanan rehabilitas tingkat keberhasilanya cukup baik dan tidak kembali menggunakan narkoba. Kalaupun ada, jumlahnya sedikit. Keberhasilan itu semua berkat peran keluarga yang mensuport pasien tidak mengulang hal yang sama dan memberikan pemahaman tentang bahaya menggunakan Narkoba bagi kesehatan,” ujarnya.

Selain merehabilitasi pengguna Narkotika kata Kahar, pihak BNNK Poso melalui seksi pemberantasan telah menerima sebanyak 4 Laporan Kasus Narkoba (LKN) dengan jumlah tersangka sebanyak 7 orang dan barang bukti sabu sebanyak 11,8 gram dan ganja 6,66 gram serta uang sebanyak Rp.2.262.000.

“Dari 7 tersangka itu ada dua orang diantaranya bandar narkoba,” ungkapnya.

Kahar menambahkan, di tahun 2019, ada 12 LKN dengan jumlah 13 orang tersangka.

“8 LKN ditangani BNN Poso, 3 LKN di Polres Poso dan 1 LKN di serahkan ke BNN Sulteng,” terangnya.

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus tersangka narkoba tak lepas dari peran semua pihak mulai dari masyarakat, tokoh agama dan kalangan lainnya yang ikut terlibat dalam upaya Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Sementara itu, Humas BNN Poso, Hilman Maku menambahkan, selain berhasil mengungkap peredaran narkoba, beberapa program unggulan dari bidang pencegahan yang telah dilaksanakan BNN Poso selama tahun 2020, salah satunya melaksanakan kampanye dengan tema hidup 100 persen yaitu sadar, sehat, produktif dan bahagia di masyarakat, serta pembentukan penggiat anti narkoba sebanyak 200 orang di wilayah Kabupaten Poso.

“Untuk capaian realisasi anggaran BNN Poso periode Januari-Desember 2020 adalah 97,49 persen,” tandasnya. RHM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here