Minimalisir Paham Radikal, PMII PKC Sulteng Gelar Diskusi

0
222

PosoNews.id, Palu – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulteng Menggelar diskusi virtual via zoom yang bertajuk “Membangun Sinergitas Pemerintah dan Lembaga Agama Dalam Rangka Menangkal Bahaya Paham Radikal”.

Diskusi tersebut dihadiri oleh empat narasumber yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muh. Amin Parakkasu, S.Ag, M.H.l, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Drs. Udin Djamadin, selaku akademisi Institut Agama Islam Indonesia (IAIN), Dr. Abdul Gani Jumat, M. Ag serta Akp. Ahmad Bagus Harun, S.H, Kasat Binmas Polres Sigi.

Dalam kegiatan itu, Ketua MUI Muh. Amin Parakkasu mengatakan, MUI adalah wadah berhimpun untuk yang beragama Islam berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh MUI selalu bekerja sama dengan pemerintah, akan tetapi beberapa ormas yang terlibat masih sangat terbatas. Seperti Nahdlatul ulama (NU), Alkhairat, Muhammadiyah, Darul al Da’ wah wa al Irsyad (DDl).

“Kami masih bisa memberi penekanan bahwa ormas yang terlibat aktif di MUI sebagai tameng untuk menangkal paham radikalisme karena mereka sudah paham dalam menangani persoalan tersebut,” ujarnya, Rabu (23/12/20).

Namun, ini menjadi harapan bersama agar Kesbangpol melakukan pendekatan dan pembinaan kepada ormas yang belum tergabung di MUI sehingga bisa berkehidupan yang tentram, damai, harmoni dan menjaga kesatuan bangsa Indonesia.

Ketua Kesbangpol, Drs. Udin Djamadin juga menyampaikan, strategi untuk menangkal paham radikalisme di Indonesia terutama di Kabupaten Sigi, pihaknya selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang paham radikal sehingga paham ini bisa terminimalisir.

“Melalui forum umat beragama, forum pembangunan kebangsaan Sigi, forum masyarakat, selama ini yang kami lakukan untuk membina masyarakat sehingga tidak terjadinya doktrin tentang paham radikalisme,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, Akp. Ahmad Bagus Harun mengatakan bahwa Kepolisian Resor (Polres) Sigi akan lebih progres melawan berbagai paham radikal yang ada di Indonesia. Utamanya di daerah Kabupaten Sigi.

“Kami juga bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk membantu menangkal paham radikalisme ini dengan melakukan pendampingan sosialisasi, membentuk forum masyarakat,” tuturnya.

Dr. Abdul gani Jumat selaku Akademisi IAIN juga menambahkan, bahwa paham radikalisme masih sangat masif terjadi, terutama di kalangan kampus dan sekolah. hal ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah sehingga generasi muda tidak terdampak paham tersebut.

“Olehnya, saya berharap agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bekerja sama untuk menjaga kesatuan bangsa Indonesia,” tandasnya.

Sofyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here