POSONEWS.ID -;Di tengah ramainya perbincangan soal legalitas dan keberlanjutan investasi perkebunan sawit oleh PT. Cipta Agro Sakti (CAS) di Kabupaten Morowali Utara, sejumlah warga di Desa Menyoe, Kecamatan Mamosalato, menyampaikan pandangan serta harapan mereka terhadap keberadaan perusahaan tersebut.
Suryadarma, warga setempat, menilai kehadiran PT CAS telah membawa dampak positif, terutama dalam aspek ekonomi masyarakat.
“Kami sudah merasakan langsung manfaatnya, terutama dari segi pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur. Asal semua legal dan sesuai dengan pemerintah, kami akan terus mendukung,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/6/2025).

Senada dengan itu, Timotius, tokoh adat di Desa Menyoe, menyatakan bahwa pihaknya merasa dilibatkan dan akan terus mengawal aktivitas perusahaan sesuai norma adat. Ia berharap, dalam setiap polemik dan mediasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah, lembaga adat dilibatkan.
“Kami ingin wilayah ini tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.
Tokoh masyarakat lainnya, Obin (68), menyoroti perubahan signifikan dari segi akses transportasi.
“Dulu kami harus menempuh perjalanan berhari-hari, sekarang bisa hitungan jam. Jalan dan fasilitas lainnya mulai membaik, dan ini tidak lepas dari kehadiran PT CAS,” ujarnya.
Kepala Desa Menyoe, Solwinsi Dowo, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah mengantongi izin sejak 10 Januari 2025. Meski pemerintah desa tidak memiliki kewenangan penuh, pihaknya tetap mengawal dan melihat manfaat yang dirasakan warganya.
“Kami berharap pemerintah daerah segera menanggapi isu yang beredar agar tidak menimbulkan keresahan,” harapnya.
Sementara itu, Tete Pangga atau yang dikenal dengan sapaan “Bue Pangga”, tokoh adat suku Wana, dalam ungkapan budayanya menyampaikan pentingnya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan demi kesejahteraan bersama. Ia mengingatkan agar semua pihak tetap menjaga harmoni, menghormati tanah leluhur, serta mendukung investasi yang membawa manfaat.
Sementara itu Manajemen PT CAS, melalui Kepala Perwakilan Sulawesi Tengah, Agustinus Hariadi, menegaskan bahwa perusahaan datang dengan legalitas lengkap dan komitmen untuk membangun serta mensejahterakan masyarakat.

“Kami tidak hanya membawa investasi, tapi juga harapan akan kemajuan dan keberlanjutan. Semua kami jalankan sesuai prosedur, dan kami siap bersinergi dengan masyarakat serta pemerintah daerah,” ujarnya.
Seiring dengan berlanjutnya pembangunan dan pengembangan perkebunan di wilayah tersebut, harapan masyarakat Desa Menyoe agar wilayahnya tetap kondusif dan sejahtera menjadi sorotan penting. Ditengah riuhnya isu politik dan perizinan, suara masyarakat akar rumput menjadi bagian dari narasi yang tak boleh diabaikan dalam perjalanan investasi jangka panjang di Morowali Utara. CHEM





