BANYAK hal bisa dilakukan umat Muslim untuk mengisi malam saat Ramadhan. Seperti tarawih, tadarus hingga mengikuti pengajian. Namun, Pembina Majelis Asybaalul Khairaat Kabupaten Poso Ibrahim Ismail menggelar pengajian yang berbeda.
Kegiatan pengajian bertajuk Safari Ramadhan ini digelar Asybaalul Khairaat di beberapa titik yang ada di kabupaten Poso.
Selain itu, Asybaalul Khairaat Poso menggandeng sekumpulan anak muda yang tergabung di Tim Janggur Fastabiqul Khairaat yang ada di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Poso Kota Utara untuk bergabung bersama dalam tim safari.
Dalam tausiahnya, Ibrahim Ismail yang akrab di sapa Gus Im mengajak jamaah masjid terutama para remaja untuk mengisi dan menghidupkan malam Ramadhan dengan hal yang positif.
Ramadhan adalah momentum untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala sebanyak-banyaknya dengan melakukan hal-hal baik, terlebih bagi remaja dan kaum muda tentunya ada banyak hal positif dan kreatifitas yang bisa dilakukan.
“Misalnya bersama rombongan safari ramadhan ini, saya di damping oleh anak-anak muda luar biasa. Dimana mereka mencoba berbuat sesuatu yang mungkin sepeleh dihadapan manusia tapi insya Allah akan mendapat ganjaran pahala di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Yaitu, lanjut Gus IM, dengan mendirikan posko sahur yang setiap malamnya membangunkan warga di sekitarnya untuk bangun sahur.
“Saya berharap ketika anak-anak muda mengikuti Safari Ramadhan ini bisa mendapatkan banyak manfaat, salah satunya terhindar dari kegiatan negatif dan mendorong mereka untuk terus melakukan kreatifitas yang berguna bagi orang banyak,” imbuhnya.
Senada dengan Koordinator Safari Ramadhan Abdul Kadir Abdjul, dia menjelaskan bahwa safari ramadhan ini merupakan kegiatan yang digelar selama lima malam berturut-turut di Kabupaten Poso.
“Tim safari akan mengisi ceramah ramadhan di beberapa titik. Yaitu di Kecamatan Poso Peissir Selatan, Poso Pesisir, Lage dan Poso Kota,” terang Anto sapaan akrab Abdul Kadir Abdjul.
Terkait dengan pelibatan anak muda yang tergabung di Tim Janggur Fastabiqul Khairaat, menurut Anto terkadang kita suka menyepelehkan atau memandang sebelah mata mereka yang mungkin dalam kesehariannya dianggap hanya menjadi “sampah” dan pembuat onar di masyarakat.
“Namun terhadap mereka kita tidak pernah duduk dan mendengarkan keluh kesah dan aspiraasinya. Olehnya Asybaalul Khairaat Poso melakukan pendekatan dan berdiskusi dengan mereka dan ternyata mereka adalah orang-orang yang luar biasa dan mau berubah. Maka, ketika diajak bergabung dalam kegiatan safari Ramadhan ini, mereka sangat bersedia,” tutur Anto.
Sementara, Iwan Tongke sebagai ketua Tim Janggur Fastabiqul Khairaat menambahkan, bahwa perkumpulan ini adalah wadah mereka untuk berkumpul dan berdiskusi apa saja hal baik yang bisa dilakukan.
“Kami bersyukur Asybaalul Khairaat mau mengajak kami dalam kegiatan safari ini dan kami juga bersedia menjadi binaan Asybaal. Karena kami ini adalah sekumpulan orang yang sedang belajar menjadi orang baik. Sesuai namanya, Tim Janggur Fastabiqul Kahiraat yang memiliki arti Jangan Ragu-Ragu dalam berlomba-lomba dalam kebaikan,” pungkas Iwan.
Writer: Tim Janggur Fastabiqul Khairaat





