Ustad Sofyan Tsauri Berikan Ceramah ke Anggota Polri

0
74
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Upaya membentengi personil Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dari pengaruh Radikalisme dan Intoleransi, Kapolda Sulteng Irjen Polisi Rudy Sufahriadi mendatangkan koordinator lapangan (korlap) Persatuan Alumni Narapidana Teroris NKRI Seluruh Indonesia (PANNSI), Ustad Sofyan Tsauri.

Kali ini Ustad Sofyan Tsauri hadir di Gedung PGRI Kabupaten Poso Sulteng, untuk memberikan ceramah Kamtibmas dalam rangka pencegahan radikalisme dan intoleransi di wilayah Polda Sulteng guna mewujudkan Polri yang Presisi, Sabtu (11/3/2023).

Dalam sambutan Kaops Madagoraya menyampaikan terima kasih kepada Ustad Sofyan Tsauri sudah berkenan hadir untuk memberikan ceramah Kamtibmas, dalam berbagai pengalaman sebagai upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi.

“Selamat datang di Sulawesi Tengah dan permohonan maaf Bapak Kapolda tidak dapat bertemu langsung, karena adanya tugas Rapim TNI Polri di Manado Sulawesi Utara,” kata Denny kepada Ustad Sofyan Tsauri.

Dalam ceramahnya, Ustad Sofyan mengatakan, membuat orang bisa menjadi teroris adalah ideologi dan paham teroris yang sangat masif.

“Yaitu, Brain washing, yang bisa menyasar siapa saja dan tidak memandang status sosial dan usia,” ucap eks Napiter ini.

Meskipun, radikal dan intoleran belum dikatakan teroris, namun keduanya adalah tangga menuju terorisme. Karena pelaku terorisme berawal dari intoleran dan radikalisme, sehingga perlu ditumbuhkan sikap toleransi di tengah masyarakat.

Olehnya, dia berharap Kepolisian yang bertugas di Sulteng khususnya di Poso agar tidak terpapar paham radikalisme, Ancaman teroris bukan cuma mengancam di Poso dan di Indonesia tetapi juga bisa saja mengancam negara lain yang sudah terpapar.

“Jangan sampai terjebak dengan pendidikan, tarbiyah atau majelis – majelis yang intoleran, hati-hati dalam menyekolahkan anak-anak kita, agar tidak terpapar paham radikalisme. Pancasila adalah kekayaan kita, hindari konflik komunitas ditengah masyarakat karena setiap konflik atau chaos adalah peluang bagi teroris, jangan sedikitpun diberi ruang karena Polri adalah benteng bangsa Indonesia,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dir Binmas Polda Sulteng Kombes pol.
Denny Jatmiko selaku Kaops Madago Raya 2023, Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, Danyon B Pelopor Poso Kompol Robi Utomo selaku Kaposko Ops Madago Raya, Waka Polres Parimo Kompol Putu Surya Bhakti, Kabag Ops Polres Touna Kompol Mulyadi dan para personil Polres Poso, Parigi Mautong, Touna serta ibu bhayangkari.(*/ISQ)