POSONEWS.ID – Dalam rangka mendorong peningkatan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan Kajian Antar Daerah (KAD).
Salah satu kabupaten yang dituju merupakan daerah di luar Sultra.Yakni salah satunya Kabupaten Morowali Utara untuk menyamakan persepsi tentang PAD dibidang pertambangan melalui penarikan Iuran Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).
Kunjungan Wakil Ketua DPRD Konawe bersama anggota yang didampingi Kabag Persidangan DPRD Konawe ke Morowali Utara disambut oleh Sekretaris Dewan Kabupaten Morowali Utara Heltan Ransa. Materi yang dibahas terkait PAD dibidang IMTA atau iuran tenaga kerja asing. Karena Morowali Utara dan Konawe menurutnya punya persamaan potensi dibidang pertambangan yang sama.
Dihadapan Sekretaris Dewan Kabupaten Morowali Utara Heltan Ransa, Wakil Ketua DPRD Konawe tiga periode, Rusdianto SE, MM menjelaskan jika target PAD Konawe melaui IMTA sekarang ini ditahun 2023 adalah Rp 28 miliar yang sebelumnya pada tahun lalu bisa mendapatkan Rp 8 miliar. Hal ini juga diakui tidak terlepas dari hasil kunjungan kerja ke Kabupaten Morowali sebelumnya.
“Jujur saja kami awalnya masih kesulitan mencari pendapatan. Ppadahal bicara Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Konawe cukup memiliki itu,” ujar Rusdianto, Rabu (8/3/2023).

Rusdianto membeberkan jika PAD Konawe sebelumnya tidak signifikan dengan potensi tersebut, sehingga pihaknya memilih Kabupaten Morowali sebagai daerah kunjungan kajian berkaitan dengan penerapan pajak retribusi dibidang Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan retribusi lainnya yang dapat mendorong PAD.
“Disana mereka membentuk Pansus yang bertugas melakukan penagihan terhadap pajak penghasil tenaga kerja asing sampai sekarang. Mereka juga tidak hanya fokus di orang asing, tapi pada retribusi lain juga,” bebernya.
Rusdianto menambahkan, sekarang ini PAD Morowali secara keseluruhan sektor mencapai Rp 400 M pertahun. PAD khusus IMTA, lanjut dia, penggunaan dananya diperuntukan membina warga Morowali non skil dan bagi yang tidak punya usaha menjadi punya usaha.
“Alhamdulilah itulah yang juga kami terapkan di Konawe,” aku Rusdianto.
Dari hasil kordinasi dalam bertukar pikiran bersama antara DPRD Konawe dan DPRD Morowali Utara ada beberapa poin yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut terkait peningkatan PAD dibidang IMTA.
Harapan Rusdianto juga kabupaten Morowali Utara sebagai kabupaten yang masih baru dan memiliki potensi pertambangan yang sama bisa menarik dan menerapkannya dalam upaya meningkatkan PAD dibidang IMTA. CHEM





