Rumah Inap PKS Kota Parigi Sentuh Kebutuhan Warga Miskin

0
82
Foto: tampak rumah inap yang berada tepat di depan RSUD kabupaten Parigi Moutong
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Bagi keluarga berduit, saat ada anggota keluarga yang harus di rawat di rumah sakit pastinya tidak terlalu khawatir akan konsekwaensi biaya perawatan ataupun mobilitas selama anggota keluarganya dirawat di suatu rumah sakit.

Tidak seperti keluaraga kurang mampu alias keluarga miskin, selain ketakutan akan ketidakmampuan biaya selama menghadapi perawatan di rumah sakit, terkadang saat membawa anggota keluarga yang sakit ke rumah sakit, mereka terkendala biaya transportasi. Apalagi jika rumah sakit rujukan yang di tuju amat jauh dari tempat tinggal.

Namun demikian, bagi bagi warga Poso yang kurang mampu, saat ini mereka teramat bersuka cita dengan adanya rumah inap yang berada tepat di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dimana rumah inap  yang diprakasai oleh salah satu anggota DPR RI dari partai PKS Dapil Sulawesi Tengah, Hj. Sakinah Aljufri ini, sangat membantu masyarakat kecil terutama mereka yang kesulitan mendapat tempat saat mengurus anggota keluarganya yang sakit dan harus di rujuk untuk mendapat perawatan di rumah sakit yang berada di kota Parigi, Sulteng.

Pasalnya, rumah inap yang diprakarsai cucu dari pendiri Alkhairaat ini, selain disediakan secara gratis bagi keluarga kurang mampu yang berasal dari berbagai wilayah yang ada di Sulteng, rumah inap ini juga di lengkapi sejumlah kamar yang bisa ditempati keluarga pasien serta dilengkapi dengan kamar mandi dan juga dapur untuk memasak.

Seperti seorang ibu asal Kabupaten Poso, Jumratul Nafiah (55), warga Kelurahan Kayamanya Kecamatan Poso Kota ini menuturkan, dirinya sangat terbantu dan menyatakan terima kasih yang teramat tulus kepada pihak pengurus rumah inap tersebut.

Menurut ibu Jumratul, dirinya terbantu saat harus membawa puteranya yang patah tulang pada bagian lengan kanan akibat lakalantas. Setelah perawatan di RSUD Poso puteranya harus di rujuk ke RSUD Anuntaloko Parigi, karena di RSUD Anuntaloko fasilitasnya lebih memadai. Dikarenakan ada dokter ahli ortopedi atau ahli bedah tulang.

Saat kesulitan mencari tempat untuk menginap di Parigi, dirinya merasa terbantu dengan adanya rumah inap gratis yang diprakarsai oleh Hj Sakinah Aljufri ini.

Selain tidak khawatir akan biaya penginapan, ia juga merasa tidak khawatir akan biaya pulang pergi Poso – Parigi. “Dengan adanya rumah inap ini saya tdk perlu pulang pergi Poso Parigi, sambil menunggu tindakan dokter pada anak saya, saya bisa menunggu di rumah inap ini, tanpa takut tidak ada biaya” ungkap ibu Jumratul dengan wajah cerah dan sedikit haru, saat ditemui media ini, Selasa (3/1/2023).

Hal senada diungkap seorang ibu asal Desa Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi. Dikatakan ibub yang biasa di sapa Bu Sri ini, dirinya sangat terbantu dengan adanya rumah inap ini. Dimana sang suami yang harus mendapat rawat jalan akibat patah tulang pada bagian kaki kiri, bisa menetap di rumah inap  tersebut.

Kata Bu Sri dirinya tidak mampu membayangkan biaya yang akan di keluarkan jika seandainya harus pulang pergi dari Desa Lambunu ke kota Parigi. Dimana dengan kendaraan umum waktu tempuh Lambunu – kota Parigi dicapai dengan perjalan sehari penuh atau 12 jam.

Menariknya, kepada siapa saja warga atau keluarga miskin dapat menempati rumah inap tanpa prosedur yang rumit. Selama mereka tiba bisa langsung menggunakan fasilitas yang ada di rumah inap ini. Bahkan dengan ramah pengurus akan langsung menyambut mereka yang ingin memanfaatkan rumah iniap yang posisinya tepat berada di depan RSUD Anuntaloko, kota Parigi. (SYM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini