DP3AP2KB Morowali Buka Sekolah Lansia Moroso

0
56
- Advertisement -

MOROWALI, POSONEWS.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali resmi membuka Sekolah Lansia Moroso di Kecamatan Bungku Tengah, pada Kamis (1/10/2026).

Turut hadir Forkopimda Morowali, Dokter, Petugas Puskesmas, Assisten 3, Ketua MUI, OPD terkait, Ketua TP PKK Hj Darmayanti, Staf Ahli bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Bambang S. Soerodjo.

Plt Kepala Dinas P3AP2KB Morowali, Nursia menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan salah satu program dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Sekolah ini bukan berarti kembali ke sekolah seperti pada masa kita muda, tetapi menjadi tempat untuk belajar, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, meningkatkan kemandirian, serta tetap aktif dan produktif di usia lanjut.

“Kita ingin para lansia tetap sehat secara fisik, kuat secara mental, dekat dengan keluarga, aktif dalam kehidupan sosial, dan yang tidak kalah penting adalah tetap memiliki kehidupan spiritual dan keagamaan yang baik,” kata Nursia.

Untuk itu, kegiatan ini akan dilaksanakan melalui 12 kali pertemuan, dengan materi yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga mencakup aspek psikologis, sosial, kemandirian, serta spiritual dan keagamaan.

“Dalam pelaksanaannya, Sekolah Lansia bertujuan untuk bersenang- senang, bukan untuk berfikir keras tetapi santai. Kita akan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas, tenaga pengajar, kader, serta OPD dan pihak terkait lainnya. Kolaborasi ini penting agar pelayanan dan pembelajaran yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para lansia. Sekolah Lansia akan dilaksanakan di 10 kecamatan secara bertahap dengan pendampingan dari PLKB,” ujarnya.

Sekolah Lansia ini sebut Nursia, akan dilaksanakan di tingkat kelurahan karena pemerintah daerah memahami bahwa tidak semua lansia mudah melakukan mobilisasi ke tempat yang jauh. Dengan mendekatkan kegiatan kepada masyarakat, diharapkan semakin banyak lansia yang dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan berkesinambungan.

Nantinya, pembelajaran akan diarahkan sesuai dengan standar atau tingkatan yang telah ditetapkan, mulai dari standar 1 sampai dengan standar 3. Dan setelah menyelesaikan tahapan pembelajaran tersebut, akan ada wisuda Sekolah Lansia sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan ketekunan para peserta.

“Kami berharap Bapak dan Ibu peserta tidak melihat kegiatan ini hanya sebagai kegiatan seremonial. Jadikan Sekolah Lansia sebagai ruang untuk terus belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan, dan saling memberikan semangat. Dan tentunya kita semua ingin memasuki usia lanjut dengan tetap sehat, mandiri, bahagia, dan bermartabat. Karena usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk hidup sehat, berkarya dan memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat harus tetap ada,” harapnya.(DRM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini