MORUT, POSONEWS.ID – Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS membuka secara resmi Rapat Awal Forum Pelaksana TJSLP (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan) Tahun 2026 di ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (01/09/2026)
Pada kegiatan ini juga dilaksanakan pengukuhan pengurus Forum Pelaksana TJSLP serta menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan program TJSLP yang sinergis dengan prioritas pembangunan di Kabupaten Morowali Utara.
Sebelum diadakannya rapat, acara diawali dengan pengukuhan Ketua Forum TJSLP yang diwakili dari PT MPR Morut. Prosesi pengukuhan ditandai secara resmi melalui penandatanganan berita acara oleh Bupati Delis, Sekda Musda dan Kepala Bapelitbangda Morut Gerzom Tandi.
Dalam rapat tersebut, Bupati mengatakan bahwa sesuai misi dan visi Kabupaten Morowali Utara yakni sehat, cerdas dan sejahtera ada berbagai sasaran yang akan dicapai. Sasaran tersebut antara lain mewujudkan manusia yang sejahtera, berdaya saing, meningkatkan ekonomi berbasis wilayah, meningkatkan infrastruktur yang berkelanjutan serta mewujudkan tata kelola profesional, responsif, akuntabel.
Bupati menginginkan adanya pembentukan TJSLP sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Seluruh program-program perusahaan akan diselaraskan dengan program prioritas pembangunan daerah.
“Program pengembangan masyarakat yang dijalankan perusahaan sering kali berjalan mandiri dan tidak sinkron dengan program prioritas pemerintah daerah. Melalui forum ini, seluruh program tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat terintegrasi secara terarah dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sehingga dampak pembangunan dapat dirasakan secara lebih optimal dan merata oleh masyarakat” ujar Bupati Delis.
Bupati menegaskan dua tema utama untuk fokus program TJSLP tahun ini, yaitu pengentasan kemiskinan dan pengelolaan lingkungan. Di samping itu, Pemkab Morowali Utara juga telah memberikan jaminan sosial dengan memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi sekitar 35 ribu pekerja di sektor informal.
Lebih lanjut, Bupati menekankan dalam forum ini bahwa kemandirian masyarakat merupakan prioritas yang juga harus diwujudkan. Mengingat sumber daya alam bersifat terbatas dan akan habis pada waktunya, maka program-program yang dijalankan perusahaan dapat membekali masyarakat dengan kemandirian ekonomi, sehingga mereka tetap mampu bertahan dan sejahtera bahkan setelah kegiatan investasi berakhir.
Bupati berharap ke depannya program yang akan dijalankan bisa terukur dan direncanakan dengan baik sehingga dapat memberikan hasil yang bisa mesejahterakan masyarakat karena Pemerintah Daerah berkomitmen untuk senantiasa mendukung dan mengawal kelancaran investasi perusahaan-perusahaan yang ada di Morowali Utara.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Usman Ukas SE, Sekda Morut Ir. Musda Guntur, MM, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Krispen H. Masu S.Stp, M.Si Danramil 1311-03/Petasia Kapt. Inf. Amrul, perwakilan Kajari Morut, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Morowali.
Hadir pula sejumlah Pejabat Esselon II dan III lingkup Pemda Morut, Perwakilan dari berbagai Perusahaan di Morut, serta Narasumber dari Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah.(*/CHEM)





