Integrasi Ilmu Agama Budaya Diperkuat di Pesantren

0
2
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Pondok Pesantren Babul Khair Poso menggelar Workshop Integrasi Keilmuan bagi dewan guru sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran yang memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman dan budaya lokal.

Workshop tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas Asaatidz dan Asaatidzah agar mampu mengembangkan pembelajaran yang terpadu, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam serta identitas budaya daerah.

Pimpinan Pondok Pesantren Baabul Khair, Dr. Makmur, S.Pd.I., M.Pd., C.IQA-Ed, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Kementerian Agama dalam mendukung penguatan pendidikan karakter. Integrasi keilmuan menjadi langkah strategis untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan karakter.

“Kami ingin seluruh guru memiliki persepsi yang sama bahwa ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus terintegrasi dalam setiap proses pembelajaran agar mampu membentuk santri yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dr. Makmur.

Menurutnya, mata pelajaran umum didorong untuk diperkuat dengan ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadis yang relevan, sementara mata pelajaran keagamaan dikembangkan lebih kontekstual dengan mengaitkan perkembangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, serta kebutuhan nyata peserta didik.

Bukan hanya itu, workshop juga menjadi wadah pelestarian nilai luhur Sintuwu Maroso yang selama ini menjadi filosofi hidup masyarakat Poso. Nilai kebersamaan, persaudaraan, toleransi, dan semangat hidup damai diharapkan dapat tertanam kuat dalam lingkungan pesantren.

Melalui kegiatan tersebut, para guru dibekali kemampuan menyusun perangkat pembelajaran berbasis integrasi keilmuan, mulai dari tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran hingga sistem evaluasi yang menghubungkan aspek intelektual, spiritual, dan sosial.

Dr. Makmur berharap integrasi ilmu, agama, dan budaya lokal tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan menjadi budaya belajar sehari-hari di lingkungan pesantren.

“Kami ingin menjadikan Pondok Pesantren Baabul Khair sebagai pusat pendidikan yang memadukan tahfizh Al-Qur’an, ilmu pengetahuan, akhlak, dan kearifan lokal sebagai bekal utama santri dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini