POSONEWS.ID – – Anggota DPRD Morowali Utara dari Dapil III, Heni Humbu, memberikan klarifikasi terkait sejumlah pemberitaan yang menyinggung dugaan “kongkalingkong” pokok pikiran yang belakangan ramai di berbagai platform media, Jumat, 25 April 2026.
Dalam siaran persnya, Heni menegaskan tudingan adanya praktik kongkalingkong dalam penempatan pokir tidak benar dan tidak berdasar. Ia menyayangkan penyebaran informasi yang tidak profesional di ruang publik.
Lebih lanjut, Heni menegaskan seluruh anggota DPRD memiliki hak yang sama dalam pengusulan pokir. Penempatan program pokir, kata dia, dilakukan berdasarkan proposal dan aspirasi masyarakat dari masing-masing daerah pemilihan, bukan atas dasar kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Terkait isu yang mengaitkan pokir dengan salah satu dinas, ia juga membantah adanya praktik yang tidak sesuai aturan. Menurutnya, mekanisme pengusulan pokir telah berjalan sesuai prosedur dan melibatkan berbagai dinas, tidak terfokus pada satu instansi saja.
Terkait tudingan adanya hubungan khusus dengan Dinas PUPR, Heni secara tegas membantah. Ia mengakui bahwa Kepala Dinas PUPR adalah suaminya, namun menegaskan hal tersebut tidak berkaitan dengan mekanisme penyaluran pokir yang tetap mengikuti aturan dan prinsip keadilan.
Heni menyampaikan bahwa pokir yang ia usulkan saat ini tersebar di berbagai dinas, seperti Dinas Pendidikan, Kesra, Pariwisata, dan Pertanian, yang semuanya merupakan hasil dari aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.
Menjawab pertanyaan mengenai informasi pemanggilan oleh Badan Kehormatan DPRD Morut terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik, Heni membenarkan adanya panggilan tersebut. Ia menyebutkan Badan Kehormatan telah melakukan tugasnya dengan baik dan profesional dalam meminta klarifikasi. “Sejauh ini belum ditemukan adanya pelanggaran dalam persoalan tersebut, apalagi teguran maupun sanksi pada diri saya,” ujarnya.
Heni juga menegaskan tidak pernah ada niat untuk melukai perasaan pihak mana pun, termasuk dalam suasana duka saat keluarganya tengah berduka atas meninggalnya orang tua. Menurutnya, semua yang terjadi murni kesalahpahaman yang kemudian berkembang luas.
Dengan klarifikasi ini, Heni berharap masyarakat dapat memahami duduk persoalan secara utuh dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu sesuai fakta. Ia mengajak semua pihak lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di berbagai platform media sosial. CHEM





