POSONEWS.ID – Komisi I DPRD Kabupaten Morowali kembali menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan pembela hak rakyat, khususnya di sektor pendidikan. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas sektoral yang digelar pada Jum’at, (10/4/2026), Komisi I langsung mengeksekusi dua isu krusial: masa depan anak daerah dan kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Morowali, Yopi Sabara, S.T., ini mendudukkan bersama Dinas Pendidikan, KESBANGPOL, KESRA, Kementerian Agama, hingga Bagian Hukum Pemkab Morowali.
Fokus pertama yang didorong oleh Yopi Sabara adalah investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mendesak agar ruang belajar generasi muda Morowali diperluas hingga ke kancah global. Tidak tanggung-tanggung, Komisi I mendorong Pemda untuk segera menjajaki kerja sama (MoU) beasiswa dengan berbagai universitas unggulan di Timur Tengah.
“Anak-anak dan santri kita di Morowali harus punya akses pendidikan yang luas, jangan hanya mentok atau terpaku di satu negara saja. Kita harus buka gerbang menuju Mesir, Maroko, Arab Saudi, hingga Sudan. Ini strategi kita agar generasi penerus Morowali makin tangguh dan mampu bersaing di tingkat global!” tegas Yopi.
Polemik Gaji Guru Honorer Tuntas!
Bukan hanya bicara visi masa depan, Yopi Sabara juga menuntaskan masalah yang sudah ada di depan mata. Dalam forum RDP tersebut, Komisi I mencecar kepastian terkait polemik gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) para guru honorer yang dilaporkan sempat tertunda hingga empat bulan.

Kabar baiknya, berdasarkan keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan instansi terkait, hak-hak para guru tersebut akan segera dibayarkan dalam waktu dekat melalui skema dana BOSDA.
“Alhamdulillah, regulasi dan anggarannya sudah disiapkan oleh pemerintah daerah. Artinya, hak gaji dan THR guru honorer kita clear dan segera cair. Ini adalah wujud penghormatan mutlak kita terhadap keringat para guru pendidik anak-anak kita,” ungkap politisi muda tersebut dengan nada lega.
Di akhir keterangannya, Yopi turut memberikan apresiasi kepada jajaran eksekutif Pemkab Morowali yang mau bersinergi mencari solusi cepat. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang baik antara legislatif dan eksekutif akan selalu bermuara pada kesejahteraan rakyat.
“Komisi I akan terus berdiri mengawal kesejahteraan tenaga pendidik, sekaligus memastikan anak-anak kita mendapat pendidikan terbaik. Morowali Hebat dimulai dari Pendidikan yang Kuat !,” pungkasnya. EKO





