Jelang Idulfitri, Morowali Utara Siagakan 221 Personel Amankan Arus Mudik

0
174
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara bersama aparat kepolisian dan sejumlah instansi terkait menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebanyak 221 personel gabungan disiagakan melalui Operasi Ketupat Tinombala 2026 untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran di wilayah tersebut.

Kesiapan pengamanan itu dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Ruang Rapat Utama Polres Morowali Utara, Rabu (11/3/2026).

Rapat tersebut dihadiri Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi, Kapolres Morowali Utara Reza Khomeini, serta Anggota DPRD Morowali Utara Arman Purnama Marunduh, bersama unsur TNI, instansi vertikal, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kapolres Morowali Utara AKBP Reza Khomeini mengatakan operasi pengamanan Lebaran tahun ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

“Operasi ini melibatkan 221 personel gabungan yang terdiri dari 98 personel Polres Morowali Utara, 24 personel TNI, serta 99 personel dari berbagai instansi terkait,” ujar Reza.

Menurut dia, pengamanan akan diperkuat dengan pendirian enam posko pengamanan dan pelayanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis wilayah Morowali Utara.

Posko tersebut terdiri atas satu Pos Pengamanan (Pospam), tiga Pos Pelayanan (Posyan), dan dua Pos Terpadu yang menyediakan layanan terpadu bagi masyarakat, mulai dari informasi perjalanan, bantuan kesehatan, hingga tempat istirahat bagi pemudik.

Selain mengatur arus lalu lintas, aparat juga akan memperketat pengamanan di lokasi dengan mobilitas tinggi seperti pelabuhan penyeberangan, pusat perbelanjaan, tempat wisata, serta area pelaksanaan salat Id.

Di sisi lain, Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman serta nyaman.

Ia meminta dinas terkait untuk memperkuat pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

“Pemerintah daerah harus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Lebaran tanpa tekanan ekonomi yang berlebihan,” kata Delis.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kelayakan transportasi darat dan laut guna meminimalkan risiko kecelakaan selama periode mudik.

Menurut Delis, pemerintah daerah juga telah menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi potensi bencana seperti longsor di jalur transportasi utama yang kerap dilalui masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Morowali Utara Arman Purnama Marunduh mengapresiasi langkah koordinasi yang dilakukan sejak dini.

Ia menilai kesiapan lintas sektor menjadi kunci penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kendala transportasi selama perayaan Idulfitri.

“Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh instansi terkait, kita berharap masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Rangkaian rapat koordinasi lintas sektoral itu diakhiri dengan buka puasa bersama yang diikuti jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Suasana kebersamaan tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri di Kabupaten Morowali Utara. CHEM