Pemkab Morut Gelar Pelatihan dan Percepatan Penurunan Stunting Bagi Pelaku Desa

0
102
- Advertisement -

POSONEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Morowali Utara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bekerja sama dengan Bapelitbangda, Dinas Kesehatan, dan Dinas P2KBP3AD menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting bagi Pelaku di Desa, yang berlangsung di Gedung Pesparawi Beteleme, Kecamatan Lembo.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bapelitbangda, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas P2KBP3AD, serta para camat, kepala desa, dan peserta pelatihan yang terdiri atas TPPS Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta Admin e-HDW dari 122 desa se-Kabupaten Morowali Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Delis menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan agenda prioritas nasional sekaligus komitmen daerah, karena menyangkut masa depan generasi Morowali Utara.

“Stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan tantangan pembangunan manusia. Dampaknya meluas hingga ke tingkat kecerdasan, produktivitas, dan daya saing daerah. Karena itu, upaya pencegahan dan penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi, melibatkan semua sektor dan masyarakat,” ujar Bupati Delis.

Beliau juga menekankan pentingnya peran pelaku di desa, terutama TPPS, KPM, dan admin e-HDW sebagai garda terdepan dalam pendataan, pemantauan, dan pendampingan keluarga berisiko stunting.

“Data yang akurat melalui e-HDW menjadi kunci bagi perencanaan yang tepat sasaran. Melalui pelatihan ini, kita berharap setiap pelaku di desa mampu memperkuat kapasitas teknis, melakukan deteksi dini, dan memastikan intervensi berjalan optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Morowali Utara, Drs. H. Andi Parenrengi, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P3DK) Tahun Anggaran 2025, yang bersumber dari APBD Kabupaten Morowali Utara.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi para pelaku di desa dalam mengelola data, melaksanakan intervensi lapangan, dan memanfaatkan aplikasi e-HDW untuk pelaporan serta perencanaan berbasis data. Kegiatan berlangsung mulai 7 hingga 14 November 2025 dan dibagi dalam lima lokasi pelatihan di berbagai kecamatan,” terang Andi Parenrengi.

Adapun materi pelatihan meliputi kebijakan nasional dan daerah tentang percepatan penurunan stunting, peran TPPS Desa dan KPM, pemanfaatan data Village Score Card, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) di tingkat desa. Narasumber berasal dari OPD terkait dan tenaga ahli P3MD yang telah mengikuti Training of Trainer (ToT) di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Bupati Morowali Utara juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Terima kasih kepada Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas P2KBP3AD, Bapelitbangda, serta seluruh narasumber dan panitia. Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk mewujudkan Morowali Utara yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” tutupnya.

Dengan dibukanya secara resmi pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, menerapkan ilmu yang diperoleh di desa masing-masing, dan menjadi motor penggerak dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan setiap anak di Morowali Utara tumbuh sehat, cerdas, dan produktif menuju “Generasi Emas Morowali Utara Bebas Stunting 2030.

Hadir dalam kegiatan tersebut, bupati morowali utara Dr dr Delis julkarson Hehi MARS, asisten 1 pemerintahan,sejumlah kepala OPD, unsur TNI/polri,para camat dan kepala-kepala desa serta para peserta dan tamu undangan lainnya yang sempat hadir. CHEM