Pemkab Morut Wujudkan Pelayanan Publik Digital Terpadu Lewat Aplikasi “DIA SAJA”

0
58
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan publik melalui aplikasi “DIA SAJA” (Digitalisasi Informasi dan Administrasi – Satu Aplikasi Jangkau Semua) melalui pelatihan yang diikuti oleh perangkat desa.

Kepala Dinas Kominfo Morowali Utara, Herry Y. Pinontoan, S.STP, dalam paparannya menjelaskan secara teknis cara kerja aplikasi DIA SAJA yang kini menjadi kunci sistem administrasi digital di daerah Morowali Utara, Menurutnya aplikasi ini dirancang untuk meminimalisir potensi korupsi hingga level terendah, karena seluruh antrian, laporan, dan data pelayanan tercatat secara transparan dengan identitas pengguna yang terverifikasi.
“Tidak ada lagi akun palsu atau laporan tanpa identitas. Semua proses terekam jelas dan dapat dipantau langsung dan Data pelapor dilindungi.” tegas Kadis Kominfo

Salah satu fitur unggulan aplikasi ini adalah “Lapor Bupati”, di mana setiap laporan masyarakat wajib ditindaklanjuti oleh dinas terkait maksimal dalam waktu 24 jam. Jika tidak, sistem otomatis akan mengirimkan notifikasi langsung ke ponsel Bupati Morowali Utara sebagai bentuk pengawasan dan akuntabilitas real-time.

Lebih lanjut, Dinas Kominfo menargetkan pelaksanaan sosialisasi aplikasi DIA SAJA ke seluruh kecamatan, agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan pemerintah. Melalui aplikasi ini, warga bisa langsung terhubung dengan berbagai bidang, mulai dari bantuan rumah ibadah, layanan kesejahteraan (Kesra), hingga program beasiswa.

Aplikasi “DIA SAJA” bahkan menjadi satu-satunya di Indonesia yang terintegrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, menjadikannya langkah nyata Pemerintah Morowali Utara dalam mendorong sinergi antar instansi untuk pelayanan publik yang efisien.

Sementara itu, dalam sesi lanjutan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Morowali Utara, Drs. H. Andi Panrenrengi, turut memaparkan program Digitalisasi Desa sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital daerah.

Ia menjelaskan bahwa titik-titik blank spot di wilayah desa akan disuplai jaringan internet menggunakan perangkat Starlink, sehingga seluruh desa dapat terkoneksi dengan sistem digital daerah. Namun demikian, Andi menegaskan bahwa perangkat desa wajib memiliki kemampuan dasar teknologi informasi, minimal dapat mengoperasikan komputer untuk mendukung implementasi program tersebut.

“Digitalisasi bukan hanya soal jaringan, tapi juga kemampuan SDM desa untuk memanfaatkannya,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, cepat, dan berbasis digital, dengan tujuan akhir agar masyarakat semakin mudah terlayani tanpa hambatan birokrasi. CHEM