Dari Desa Masani, Lahir Benteng Ekonomi Hijau Penjaga Hutan

0
91
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Usaha kecil nan sederhana ternyata bisa menjadi benteng ekonomi sekaligus tameng kelestarian hutan.

Sejak tahun 2003, Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Sulteng bersama komunitas Madu Trigona PROPOSOKU di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, telah membuktikan bahwa budi daya madu tidak hanya mendatangkan rupiah, tetapi juga menegakkan nilai keadilan ekologis.

Langkah ini semakin diperkuat lewat kegiatan Sosialisasi Tata Kelola Kawasan Hutan yang digelar LPMS Sulteng bersama WALHI Sulteng, Sabtu (23/8/2025) di Kelurahan Tamanjeka, Desa Masani.

Kegiatan itu dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam menjaga hutan sebagai modal penting mendukung usaha madu Trigona.

“Pengetahuan dan kesadaran harus terus diperkuat. Kami ingin komunitas PROPOSOKU dan masyarakat Tamanjeka serius mengelola hutan, karena hutan inilah modal utama perkebunan mereka,” tegas Direktur LPMS Sulteng, Endriati Nur.

Sementara itu, aktivis lingkungan dari Green Youth Movement, Stevandi menekankan pentingnya generasi muda dalam menjaga kesinambungan ekosistem hutan.

“Anak muda jangan hanya jadi penonton. Mereka harus ambil bagian agar ekosistem hutan tetap berkelanjutan,” tukasnya.

Forum ini bukan hanya soal edukasi, tetapi memantik perdebatan penting tentang kepastian legalitas lahan bagi warga pengelola hutan.

Banyak peserta berharap pemerintah membuka akses lebih mudah terhadap program-program legalisasi kawasan, khususnya di kawasan Gunung Biru, Tamanjeka.

“Ke depan, perlu ada dinas terkait yang turun langsung. Masyarakat butuh kepastian hukum agar bisa mengakses program tata kelola kawasan hutan,” ujar salah satu peserta sosialisasi.

Gerakan ini menegaskan bahwa ekonomi hijau berbasis madu Trigona bukan sekadar usaha, tetapi sebuah strategi nyata untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga sekaligus menjaga warisan ekologis Poso dari ancaman eksploitasi.