Kasus Judol Jadi Perhatian Presiden, Bagaimana Penangan di Sulawesi Tengah

0
62
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Judi Online (Judol) kian menjadi perhatian pemerintah pada periode presiden Prabowo-Gibran. Di Channel Glossa Official dalam program Podcast Seotak Bercerita pada Kamis (22/5/2025) membahas persolan tersebut.

Hadir dalam kegiatan dialog interaktif yang di laksanakan oleh Pemerhati Sosial bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diwakili Kepala Bagian (Kabag) Pemberdayaan Sosial Ilham N. Sunusi, S.KM, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya (STIK IJ) Palu DR. Subardin AB, S.KM, M.Kes dan Pemerhati sosial Karimul Hamid, SH

Ilham mengatakan bahwa Dinas Sosial Provinsi Sulteng belum memiliki data real korban Judi Online (Judol)

“Saat ini Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah belum memiliki data real jumlah Korban Judi Online di Sulawesi Tengah. Namun, kami telah memasukan korban Judi Online sebagai penyintas dan dalam penanganannya kami memperhatikan mereka dengan memberikan bantuan UMKM dengan harapan mereka kembali berusaha dan berupaya memperbaiki hidup,” ungkapnya.

Pencegahan kasus judi online juga menjadi perhatian kampus sehingga Dr. Subardin menyampaikan bentuk pencegahan di lingkungan kampus

“Bentuk pencegahan judi online kami lakukan dengan penguatan katekter mahasiswa di lingkungan Kampus. Dengan harapan mahasiswa saat lulus memiliki karakter yg kuat dan mampu menjadi solusi dalam segala bentuk dinamika sosial. Kami juga melakukan pendampingan terhadap desa, dalam program kesehatan masyarakat. Tentunya dalam pendampingan tersebut kami juga mengkampanyekan Tolak Judi Online,” tuturnya

Karimul selaku Pemerhati Sosial mengatakan bahwa semua sektor harus bisa bekerja sama dalam menangani kasus Judol

“saat ini kami mendorong semua sektor untuk mampu bekerja sama dalam penangan kasus judi online. Selain penangan yang di lakukan oleh pemerintah kampus juga oleh harus mampu menjadi ujung tombak dalam pencegahan. Semua sektor harus bergerak penangan judi online ini bukan hanya penindakan terhadap bandar akan tetapi juga penangan terhadap korban,” tegasnya

Acara ini di harapkan menjadi pemantik kesadaran bersama, sekaligus langkah awal yang konkret dalam menciptakan lingkungan sosial dan digital yang lebih sehat di Sulawesi Tengah. EKO