Diduga Lakukan Pungli Berkedok Iuran OSIS, Kepala SMA Negeri 1 Balaesang Berikan Penjelasan

0
44
- Advertisement -

POSONEWS.ID – SMA Negeri 1 Balaesang Jalan KH. Mahmud No. 7B, Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli).(13/4/2025)

Melalui saluran telfon seluler Kepala sekolah SMA Negeri 1 Balaesang Drs. YUDDIN WAHE, M.Pd menjelaskan kepada awak media, sehubungan dengan pemberitaan yang beredar di media massa adanya pungli itu bukan atas perintah saya, tetapi merupakan kesepakatan bersama pihak komite sekolah dan orang tua wali murid.

Adanya Pembayaran iuran OSIS dari orang tua siswa dengan nominal perbulan Rp 5.000 s.d Rp 10.000 ini murni merupakan program komite sekolah yang ditetapkan melalui rapat pengurus komite sekolah bersama orang tua siswa dan Pengelolaan keuangannya dikelola OSIS untuk mendanai program OSIS, serta Peruntukan dananya untuk kegiatan lomba-lomba seni, olahraga dan kegiatan sosial, perayaan keagamaan, hari-hari besar lainnya baik dalam internal sekolah maupun pelaksana kegiatan yang ada di luar lingkungan sekolah, serta Porseni antar kelas yang tidak didanai BOS dan BOSDA.

Juga program kegiatan OSIS lainnya yang tidak didanai oleh dana BOS maupun BOSDA.

“Untuk itu perlu di ketahui bahwa Iuran OSIS SMAN 1 Balaesang dari orang tua siswa telah disepakati/diputuskan dihentikan oleh pengurus komite tertanggal 12 April 2025 dan selanjutnya komite sekolah akan menyampaikan kepada seluruh orang tua/wali siswa SMAN 1 Balaesang,” terangnya.

Di kesempatan yang sama Kepala cabang Dinas Pendidikan menengah wilayah II Parigi Moutong Dan Donggala Sarifah Mogili S.Pd,. M.Pd di dampingi Kepala seksi Pembinaan SMA Hartian S.Pd,. M.Pd,. Di hari pertama masuk sekolah pada Rabu (9/4/2025) langsung mendatangi SMAN 1 Balaesang.

“Kami langsung kesekolah SMA Negeri 1 Balaesang untuk konfirmasi langsung kepada kepala sekolah Dan saya juga sudah menyampaikan agar kegiatan sekecil apapun itu terkait dengan iuran OSIS tidak terjadi lagi,” tegasnya. EKO