
POSONEWS.ID – Kapolres Poso AKBP. Arthur Sameaputty SIK menyampaikan bahwa terjadi trend kenaikan kasus kejahatan konvensional dari tahun 2023 dibanding tahun 2024 di wilayah hukum Polres Poso.
“Jumlah kasus kejahatan konvensional tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2023 lalu terjadi 172 kasus sementara tahun 2024 ini terjadi 294 kasus atau naik sebesar 71 Persen. Dari jumlah kasus tersebut sudah 185 kasus yang selesai kita tangani hingga tahap P21,” kata Kapolres Poso saat menggelar konferensi pers akhir tahun dengan para jurnalis di aula Andi Sapa Sudirman Mako Polres Poso Senin, (30/12/2024).
Kapolres Poso yang saat itu didampingi Wakapolres Kompol Anton Mohamad, SH, MM, Kasat Reskrim AKP Tony, KBO Lantas IPDA Rivan, Kasat Narkoba AKP Muliady, dan Kasi Humas AKP Basirun Laele juga menyatakan, dari berbagai kasus kejahatan yang terjadi, terdapat tiga kasus yang menonjol, diantaranya kasus pencurian biasa dengan 69 kasus, penganiayaan 41 kasus serta kasus pencurian dengan pemberatan yang mencapai 37 kasus.
“Kasus pencurian ini juga mengalami kenaikan 69,5 persen jika dibanding tahun sebelumnya, sementara untuk kasus penganiayaan mengalami penurununan sebesar 10 persen jika dibanding tahun sebelumnya,” tambah Kapolres Poso.
Selain itu untuk kasus tindak pidana Narkotika dilaporkan terjadi 23 kasus sepanjang tahun 2024 dengan jumlah tersangka sebanyak 47 orang. Dari jumlah tersebut, kasus yang sudah masuk tahap P21 sebanyak 16 kasus, SP3 1 kasus dan 6 kasus diantaranya masih dalam tahap penyidikan.
“Untuk kasus tindak pidana narkotika ini jumlah barang bukti yang diamankan berupa 487,31 gram narkotika jenis sabu,” ujar AKBP Arthur Sameaputty.
Pada kesempatan tersebut Kapolres juga mengungkap beberapa perkara menonjol serta sempat menjadi perhatian masyarakat seperti kasus pembunuhan anak di bawah umur yang terjadi di kos kosan seputaran jalan Talasa, kelurahan Tawongan, kecamatan Poso kota Utara. Kasus ini kata Arthur, menjadi perhatian serius dan hingga kini masih terus diproses dan didalami.
“Khusus kasus pembunuhan anak dibawah umur saat ini kita terus melakukan pengembangan penyidikan dengan mengirim sampel DNA ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Hingga kini sudah ada 17 orang saksi yang kita periksa dan dimintai keterangan terkait kasus tersebut,” jelas Kapolres Poso.
Iapun meminta agar masyarakat Kabupaten Poso sedikit bersabar untuk mengetahui siapa pelaku dibalik kejadian tersebut. Percayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian yang saat ini terus melakukan pengembangan penyidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.
“Kita berharap dalam waktu dekat kasus ini bisa terungkap, karena masih menunggu hasil tes DNA yang dilakukan. Polisi tentu tidak ingin gegabah dalam menentukan tersangka dibalik kasus ini. Tolong masyarakat bersabar menunggu hasilnya,” pinta Kapolres.
Kasus lain yang juga diakui Kapolres Poso menjadi perhatian masyarakat yakni perkara pengeroyokan yang terjadi di GOR yang berada kelurahan Lawanga Tawongan serta Bulliying dan kekerasan terhadap siswa di salah satu SMU di Poso juga masih terus didalami dan ditangani secara serius oleh pihak penyidik Polres Poso.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Poso juga menyampikan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang mengalami trend penurunan jika dibandingkan tahun 2023 lalu. Jika tahun 2023 jumlah kasus laka lantas mencapai 115 kasus dengan 31 orang meninggal dunia, maka tahun 2024 terjadi 27 kasus dengan korban meninggal dunia mencapai 27 orang.
“Dalam kasus laka lantas ini terjadi penurunan sebesar 17 persen jika dibanding tahun lalu. Demikian halnya dengan korban meninggal dunia juga mengalami penurunan sebesar 15 persen,” pungkas Kapolres Poso. ULY




