Buntut Pemukulan Siswa SMAN 3 Poso, Pelaku Dipolisikan

0
100
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Pemukulan dan penganiayaan yang terjadi di SMA Negeri 3 Poso menemui kebuntuan atas upaya damai yg di gagas oleh Dewan Guru. Orang Tua Korban memilih melanjutkan proses ke rana hukum demi tegaknya keadilan dan adanya Efek jera.

Ridho kelas 10 SMA Negeri 3 Poso pada hari Jumat (15/11/2024) sekitar pukul 08.00 WITA di komplek musholah sekolah di hajar temannya bernama Akbar tanpa belas kasih, pukulan beruntun dan membabi buta bersarang pada kepala bagian belakang Ridho yang nampak berusaha menangkis.

Seperti tak berdosa Akbar yang memukuli Ridho meninggalkan begitu saja Ridho di halaman belakang masjid sekolah.

“Mulanya kami tidak tahu kalau anak kami di pukul karena ada surat panggilan dari sekolah yang menyatakan bahwa Ridho berkelahi dan atas kejadian tersebut Ridho di beri sangsi peringatan pertama atas perkelahian yang terjadi,” ungkap Suaeba Ibu Ridho.

“Tengah malam kemarin (malam rabu) kami menerima kiriman Vidio yang menggambarkan bahwa anak kami Ridho di pukuli tanpa perlawanan oleh seorang yang berseragam olahraga yang kemudian kami kenal namanya Akbar, Saya selaku ayah tidak terima anak saya di bikin seperti itu, tidak ada kata maaf karena ini dilakukan sangat biadab,” ungkap Serda Wilfan Takalalumang ayah Ridho.

Di ketahui pada hari Rabu (20/11/2024) pihak sekolah berupaya melakukan mediasi yg menghadirkan Kepala Sekolah Dewan Guru, Babinsa, Babinkamtibmas dan kedua orang tua korban maupun pelaku serta keluarga besar korban.

Dari mediasi yg dilakukan kedua orang tua Ridho menolak damai dan meminta melanjutkan ke rana hukum. Seusai berita acara mediasi di buat kedua orang tua Ridho dan keluarga menuju ke SPK Polres Poso untuk membuat laporan.

“Alhamdulillah tadi sudah diadakan visum et Repertum atas permintaan kepolisian di RSUD Poso, sementara hasil pemeriksaan Visum terdapat adanya lebam dan bengkak pada belakang telinga korban,” ucap Suaeba.

Kini prosesnya telah ditangani Polres Poso, Keluarga meminta korban di keluarkan dari sekolah dan meminta seluruh tingkat SMA di seluruh Indonesia tidak menerima pelaku sebagai siswa bentuk sanksi sosial dan efek jera kepada para siswa yg lain yg mencoba berbuat hal yang sama.

Keluarga korban juga meminta agar seluruh siswa yang terdapat dalam vidio di panggil dan di berikan hukuman dan sanksi dengan mengeluarkan dari SMA Negeri 3 Poso kerena mereka ikut membiarkan bahkan tertawa saat Korban Ridho di pukul. (Eko/Agus)