POSONEWS.ID – Upaya penyelesaian kasus narkoba di kantor Desa Malei Tojo, Kecamatan Tojo Barat, Kabupaten Tojo Una Una, berakhir ricuh, Sabtu (14/9/2024).
Pasalnya, warga dan pemerintah setempat sudah tiga kali melakukan pertemuan untuk membahas masalah tersebut, namun tidak ada titik terang atau kejelasan dari pihak kepolisian.
Rapat yang dihadiri Camat Tojo Barat, Waka Polres Touna, Kades Malei Tojo dan Malei Lage serta sejumlah tokoh masyarakat awalnya berjalan lancar. Namun, situasi mulai memanas ketika perwakilan warga merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan oleh pihak kepolisian, terkait perkembangan kasus tersebut.
Sebagian warga mulai meneriakkan tuntutan dengan nada tinggi dan memaksa pihak aparat untuk mengambil tindakan cepat.
“Kami menuntut kejelasan proses hukum terhadap kedua pelaku, sudah jelas mereka adalah bandar barang haram itu di kampung kita,” teriak warga dengan nada emosi.
“Jika tidak juga ada solusi maka turunkan saja kepala desa, karena tingkat kepercayaan kami sudah tidak ada lagi terhadap kepala desa, kami ingin proses hukum yang lebih transparan dan adil,” sambung warga lainnya.
Kedua pelaku yang juga dihadirkan saat itu, sulit untuk keluar dari kantor desa, karena massa yang berada di dalam terlihat emosi.
Untungnya, aparat keamanan siap menjaga kedua pelaku agar tidak diamuk para warga, utamanya ibu-ibu yang sudah kesal atas perbuatan pelaku.
Waka Polres Touna, Kompol Mulyadi menyebut, terkait kasus ini pihaknya masih melakukan penyidikan.
“Kami masih melakukan pengembangan, dan kepada masyarakat kami minta bersabar. Karena kami juga butuh bukti kuat agar bisa memproses keduanya,” tandasnya.
Diketahui, kejadian bermula saat Satresnarkoba Polres Tojo Una Una menangkap dua pelaku inisal UY dan UD yang diduga bandar Narkoba, kemudian keduanya di lepas dengan alasan tidak cukup bukti. Sementara seorang kurir yang juga ikut tertangkap sampai saat ini belum dibebaskan, dan mengaku jika barang haram tersebut diambil dari kedua pelaku yang diduga bandar.(ISQ)





