Tim Pengendalian Inflasi Daerah Touna Gelar Rapat Capacity Building, Syarif: Waspada Lonjakan Harga Pangan

0
89
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una menggelar Rapat Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka Peningkatan Kualitas Pelaporan Pengendalian Inflansi Daerah, Rabu (11/9/2024).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati ini, dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Drs. Syarif, MAP dan dihadiri Unsur Forkopimda Kabupaten Tojo Una-Una, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi Sulawesi Tengah serta Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una.

Bupati Tojo Una-Una dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Drs. Syarif mengatakan, Rapat Capacity Building TPID ini, merupakan upaya bersama memperkuat kapasitas dan sinergi dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Tojo Una-Una.

“Rapat ini sangat strategis dan mengingat tantangan yang kita hadapi saat ini dalam menjaga stabilitas ekonomi terutama dalam mengendalikan inflasi di daerah, serta momentum yang sangat baik di dalam rangka menentukan arah kebijakan, bagaimana proses pelaksanaan pengendalian inflasi kita di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

“Apalagi kita di tahun 2024 ini, di akhir tahun kita akan mengalami dua event besar yaitu pertama kita menghadapi hari besar hari agama, kemudian pasca tahun baru tidak tertutup kemungkinan akan terjadi lonjakan harga,” ungkapnya.

Untuk itu, Syarif berharap tim bisa bekerja dengan baik, bagaimana mengatasi jangan sampai terjadi inflasi di tengah-tengah masyarakat. Nah kalau ini bisa kita hadapi dengan baik, tentunya segala tantangan itu bisa kita kendalikan.

“Sebab pengendalian inflasi yang efektif itu, dapat memerlukan pemantauan terus-menerus terhadap realisasi anggaran, evaluasi harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa program-program yang menjalankan tidak hanya berjalan sesuai dengan rencana tetapi juga mampu memberikan dampak yang diharapkan untuk itu di dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks,” terangnya.

Syarif menegaskan, bahwa sinergi dan kolaborasi antar pihak menjadi kunci sukses di dalam pengendalian inflansi, sebab TPID tidak bisa bekerja sendiri dukungan dan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan termasuk Bank Indonesia.

“Dengan dukungan dari semua pihak kita dapat memperkuat jaringan kerja sama yang sudah terbangun dan meningkatkan komunikasi atau lembaga dengan demikian setiap kebijakan yang diambil dapat diimplementasikan dengan cepat dan tepat sasaran,” sambungnya.

Syarif menambahkan, salah satu faktor utama yang mempengaruhi inflasi itu, adalah harga pangan pangan memiliki porsi besar di dalam pembentukan inflasi terutama di masa-masa tertentu seperti menjelang perayaan hari besar.

“Oleh karena itu, waspada terhadap terjadinya lonjakan harga pangan yang menjadi prioritas kita bersama, tim harus memperkuat langkah-langkah antisipatif termasuk melalui pemantauan yang mungkin terhadap distribusi dari pasokan pangan,” tambahnya.

Dia juga meminta agar tim dapat berjasama dengan para pelaku usaha terutama yang bergerak di sektor pangan, menjadi sangat penting kita harus memastikan hal tersebut berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan yang dapat menyebabkan kelangkaan barang.

“Jika diperlukan intervensi pasar harus dilakukan secara cepat dan tepat juga menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran,” tukasnya. CH