Kades Bintangor Selesaikan Perseteruan Antara Kepsek dan Orang Tua Murid

0
85
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Kepala Desa Bintangor Mukti Heri Langguta beserta Babinkamtibmas dan Babinsa menyelesaikan permasalahan antara guru dan orang tua murid di sebuah sekolah SD yang ada di wilayah Kecamatan Lembo Raya Kabupaten Morowali Utara, Senin (31/7/2023).

Masalah berawal pada hari Sabtu 29/7 saat para guru melaksanakan persiapan lomba taman antar sekolah. Dimana beberapa siswa diduga merusak sejumlah perabot milik sekolah dan mendobrak paksa pintu ruang kelas hinga merusak beberapa barang didalamnya.

Hal itu membuat sang kepsek diduga naik emosi dengan menghajar siswa dengan menendang dan memukul dua orang anak didiknya serta menyuruh pulang kerumah. Adapun siswa tersebut berinisial AS dan IL laki2 10 tahun yang dituduhkan sebagai pelaku pengrusakan. Aksi kepsek itu membuat kedua orang tua siswa tidak terima dan mengadukan sang kepsek ke Pemerintah Desa Bintangor.

Dalam kejadian itu, dari hasil aduan anaknya kepada orang tuanya, spontan saja orang tua siswa yang anaknya diduga menjadi korban kekerasan dari kepala sekolah terhadap anak mereka, meminta agar kepala sekolah untuk bertanggung jawab akan perbuatanya.

“Sebaiknya kepala sekolah sebagai pendidik harusnya lebih bijak dalam menyikapi perbuatan dan kenakalan anak didiknya, untuk selalu berkomunikasi terlebih dahulu kepada orang tua siswa apabila anak mereka melakukan kesalahan tanpa harus bertindak diluar batas hinga membuat anak mereka merasa tertekan dan ketakutan untuk bersekolah,” ujar ibu Fen.

Tidak pikir lama guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, kemudian kapala desa langsung mengambil sikap dengan berkordinasi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa setempat, dengan memanggil kepsek yang diduga telah melakukan pemukulan dan para orang tua murid untuk diajak bertemu di kantor desa guna mencari solusi agar masalah tidak jadi berkepanjangan.

Dalam pertemuan itu, BR oknum kepala sekolah yang diduga melakukan kekerasan tersebut kepada pemerintah desa dan pihak berwenang yang hadir dalam mediasi menjelaskan, bahwa dirinya sebagai pendidik, sudah melakukan sesuai dengan wewenang dan prosedur.

“Hanya saja saya akui bahwa saya sempat lepas emosi. Namun apa yang dilakukan terhadap anak didiknya itu masih dalam batas kewajaran,” jelas Kepsek.

Dengan disaksikan oleh Bhabinkamtibmas Briptu Safran dan Bhabinsa Serda Ibrahim, orang tua murid dan beberapa siswa, serta perwakilan warga, kepala sekolah serta beberapa guru, setelah mendengarkan pencerahan dan arahan dari kades dan petugas yang ada, akhirnya masalah dapat diselesaikan dengan penuh kekeluargaan secara damai aman dan tertib.

Selanjutnya kedua belah pihak tersebut berjabatan tangan dengan berkomitmen untuk selalu menjalin hubungan kerja sama yang baik antara orang tua dan guru. Intinya kedua belah pihak saling meminta maaf dan akan selalu menjalin komunikasi lebih intens, serta menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi, demi masa depan anak didik dan kemajuan dunia pendidikan di daerah ini. CHEM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini