Riset PSKP UGM: Perempuan Berperan Dalam Membangun Perdamaian di Poso

0
Dr. Muhammad Najib Azca (Foto: Dok.PN)

POSONEWS.ID – Kepala riset Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Muhammad Najib Azca menyebutkan, bahwa perempuan sangat berperan dalam membangun perdamaian di Poso.

Hal itu diungkapkannya saat menggelar seminar yang bertajuk “Diseminasi Hasil Riset Memperkuat Agensi Perempuan Dalam Pencegahan Ekstrimisme Kekerasan” bersama Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) di aula Bapelitdabangda Kabupaten Poso, Kamis (1/9/2022).

Dikatakannya, sejak melakukan riset pada 2019 silam menunjukan bahwa perempuan merupakan kunci dalam menanggulangi ekstrimisme kekerasan.

- Advertisement -

“Karena mereka ini merupakan simpul proses Regenerasi. Artinya, Regenerasi kelompok yang mengatas namakan jihadis itu ada dikalangan perempuan,” kata Najib.

Proses kekerasan yang terjadi di Poso itu sangat panjang, mulai dari kekerasan komunal, gerakan jamaah islamiyah hingga Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Sehingga, jika perempuan tidak terlibat dan tidak diberdayakan maka tidak akan terwujud perdamaian di Poso,” imbuhnya.

Diungkapkan Najib, peran perempuan dalam konteks kekerasan ekstrimisme itu ada dua. Yaitu, peranan yang menentang dan mendukung kekerasan.

Perempuan yang mendukung itu tergabung dengan MIT. Apakah itu terlibat langsung bergabung di gunung biru atau terlibat dalam konteks logistik bahkan termasuk peranan-peranan yang mendukung mencetak generasi baru.

Sementara itu, ada juga perempuan yang berperan penting dalam perdamaian melawan ektrimisme kekerasan, dengan mempengaruhi keluarganya agar tidak menjadi bagian dari gerakan itu.

Perempuan perempuan inilah yang harus diperkuat dalam hal kapasitasnya, kemampuannya, pengetahuannya, pendidikannya serta posisi mereka di masyarakat.

“Jadi, saya rasa jika perempuan perempuan di Poso bisa bersatu untuk menjadi kekuatan kontra ekstrimisme, maka dipastikan akan dapat merangkul orang orang yang sekarang ini masih berada dalam lingkaran mendukung kekerasan,” tukasnya.

Untuk diketahui, seminar itu diikuti sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Poso dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso dan tamu undangan lainnya.(ADZ)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here