PosoNews.id, Poso- Pengejaran para DPO teroris yang masih tersisa 3 (tiga) orang terus di lakukan oleh Satuan tugas (Satgas) Operasi (Ops) Madago Raya di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya di Poso, Parigi dan Sigi.
Namun demikian, aparat yang tergabung dalam Satgas Ops Madago Raya juga melakukan pendekatan humanis atau Soft Approach kepada masyarakat.
Dari pantauan media ini, Wakasubsatgas Binmas Ops Madago Raya Kompol Adnan Pandibu yang didampingi Kanit Binmas Polsek Poso Pesisir, IPDA Ramlin bersama Bhabin Kelurahan Mapane, Bripka Kolid melakukan giat Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) dan tatap muka kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Poso Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso, Selasa (15/2/2022).
Wakasubsatgas Madago Raya, Kompol Adnan mengatakan, upaya Soft Approach terus dilakukan terhadap para pelajar agar dapat memahami serta menyadari bahwa radikalisme dan terorisme merupakan musuh bersama.
“Kami menanamkan kepada mereka nilai-nilai perjuangan para pahlawan kusuma bangsa yang telah berusaha keras, sehingga Indonesia dapat bebas dari penjajahan bangsa-bangsa lain,” ungkapnya.
Wakasubsatgas juga mengajak kepada siswa-siswi untuk menanamkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan wawasan kebangsaan.
Terpisah, Wakasatgas Humas AKBP Yudho Huntoro menyebutkan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Satgas Binmas dengan sasaran sekolah-sekolah itu, untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya radikalisme dan terorisme.
“Karena, bahaya paham tersebut dikalangan kaum muda sangat rentan sekali. Oleh karena itu harus diberikan pemahaman sehingga pada akhirnya mereka akan mengerti bahaya serta akibatnya,” pungkasnya. (*)





