FKS Pantangolemba Gelar Dialog Tematik Penguatan Moderasi Beragama

0
134

PosoNews.id, Poso- Forum Keserasian Sosial (FKS) Desa Pantangolemba menggelar kegiatan dialog tematik yang bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama Menuju Desa Pantangolemba Yang Harmoni”.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk penguatan nilai nilai kebangsaan bagi unsur elemen masyarakat desa, serta menjaga agar tidak ada lagi terjadi konflik sosial.

Giat yang dilaksanakan di balai desa Pantangolemba Kecamatan Poso Pesisir Selatan itu, dihadiri perwakilan Pemkab Poso, Sekertaris Kesbangpol L.Nelloh, Kadis Sosial Farid Awad, tokoh agama, Ustad Ibrahim Ismail, Pendeta Rinaldy Damanik, unsur tripika serta masyarakat.

Ustad Ibrahim Ismail dalam membuka dialog tersebut, mengutip beberapa ayat Al-Quran terkait keberagaman dalam prespektif Islam serta moderasi beragama.

Moderasi beragama yang dimaksud, kata Ibrahim, bukan agamanya yang diperbaharui. Tetapi bagaimana cara bersikap dan berperilaku terhadap sesama mahluk ciptaan.

“Kita harus bisa mencerminkan sebagai hamba Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang diciptakan dimuka bumi ini sebagai pemimpin. Sederhananya yaitu pemimpin bagi dirinya sendiri,” jelasnya.

Dia menegaskan, bahwa perbedaan itu sengaja diciptakan oleh sang khaliq dalam keragaman, agar manusia saling kenal mengenal satu sama lain.

“Dan jangan kita pertentangkan penciptaan perbedaan itu. Karena jika kita pertentangkan maka sesungguhnya itu telah melanggar kodrat yang sudah ditetapkan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Sementara, Pendeta Rinaldy Damanik menyebutkan bahwa agama dan pemahaman agama itu adalah dua hal yang berbeda. Karena agama pemberian dari Tuhan sedangkan pemahaman agama merupakan penafsiran manusia.

Padahal sudah sangat jelas dalam Kitab Injil dikatakan kasihilah Tuhan-Mu dengan segenap hatimu dan akal budimu. Bukan dengan nafsumu bukan dengan dendammu atau sakit hatimu dan kasihilah semua manusia.

“Olehnya dengan keberagaman yang diciptakan oleh Tuhan mari kita jadikan kedamaian dimuka bumi ini,” pintannya.

Selanjutnya, Ketua FKS Pantangolemba Natal Sambaeni sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Kemensos RI melalui sinergisitas BNPT, Pemprov dan kabupaten.

Diantara bantuan yang diberikan, sebutnya, pengembangan ekonomi bagi masyarakat dan bantuan untuk rumah-rumah ibadah yang berada di Desa Pantangolemba.

Menurutnya, dengan adanya program keserasian sosial ini juga membantu menekan kemungkinan konflik yang terjadi di desa, serta dapat menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan masyarakat dalam interaksi sehari hari dalam kegiatan apapun.

“Kiranya bantuan yang telah diberikan ini, dapat menjadi media yang baik dalam situasi yang terjadi sekarang ini,” kata Natal dihadapan warga yang hadir, Selasa (19/10/2021).

Kadis Sosial Farid Awad menjelaskan, keserasian sosial merupakan salah satu modal pemberdayaan masyarakat yang dapat dioptimalkan, untuk mencegah konflik sosial serta proses hubungan sosial yang menjadikan hidup berdampingan secara damai, berdasarkan persamaan kewajiban dan tanggung jawab yang dilandasi dengan persaudaraan sejati.

Yang perlu dimaknai dalam konteks ini adalah proses untuk mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis dan terpeliharanya perdamaian secara berkelanjutan dilingkungan masyarakat.

“Kami berharap program ini bisa berkelanjutan, sehingga kegiatan keserasian sosial bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat utamanya generasi muda kedepan,” pungkasnya.

Fasda Sinergitas Antar Kementerian/Lembaga Muh.Ridwan menambahkan, dialog ini merupakan pletakkan dasar akan arti pentingnya nilai kebersamaan dalam perbedaan, untuk meraih sebuah tujuan yang lebih baik.

“Jika program ini berjalan baik, maka kami pastikan tidak akan ada lagi konflik sosial yang akan terjadi,” tutupnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here