Ketua PKK Morut Sebut Tiga Faktor Penyebab Kekacauan Dalam Keluarga

0
115
Foto: Ketua TP-PKK Morut Febriyanthi H. DJ. Hehi S.Si, Apt saat memaparkan persoalan yang kerap terjadi dalam keluarga dihadapan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Morut (Dok.MC)

MORUT, POSONEWS – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Morowali Utara Febriyanthi H. DJ. Hehi S.Si, Apt tampil menjadi salah satu pembicara pada acara sosialisasi dan Penyuluhan Keluarga bagi para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Morut yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Morut di Kolonodale, Kamis (23/9).

Dalam pemaparannya, istri Bupati Morut Delis J. Hehi ini mengupas tuntas mengenai apa arti keluarga, apa fungsi keluarga, faktor-faktor apa yang membuat kekacauan dalam sebuah keluarga serta bagaimana cara mempertahankan ketahanan sebuah keluarga.

Menurut Feby, panggilan akrab Febriyanthy, ada tiga faktor yang sering menjadi pemicu kekacauan dalam keluarga. Yakni keluarga yang terlalu materialistik, keluarga yang kurang percaya satu dengan yang lainnya serta keluarga yang kurang komunikasi.

Keluarga (ayah-ibu) mengumpulkan harta benda dengan asumsi penghasilan suami kurang, sehingga ibu atau istri juga terjun langsung ke luar rumah untuk mencari nafkah, sehingga anak dididik oleh pembantu yang biasanya juga kurang berpendidikan.

Kondisi seperti ini kata Feby yang juga Ketua PMI Morut itu, bisa memicu tergerusnya rasa percaya antarsesama anggota keluarga. Padahal saling percaya merupakan elemen sangat penting dalam keluarga.

“Kalau antar anggota keluarga tidak saling percaya maka akan memunculkan kecurigaan kecurigaan yang belum tentu benar,” tuturnya.

Faktor pemicu kekacauan lainnya dalam keluarga adalah kurangnya komunikasi. Biasanya, keluarga duduk makan bersama, namun keheningan di meja makan karena masing-masing sibuk dengan gadget. Akibat kurang komunikasi, sesama anggota keluarga tidak saling mengetahui kesulitan atau kebutuhan masing-masing sehingga tidak ada solusi, tetapi justru perpecahan.

Nah bagaimana resep menjaga ketahanan keluarga? Feby mengatakan bahwa keluarga harus sering berkumpul bersama, menjalin komunikasi yang terbuka, berinteraksi dan memanfaatkan potensi masing-masing agar tidak bergantung kepada pihak-pihak di luar keluarga.

Sementara itu Wakil Bupati Morut yang membacakan sambutan bupati pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Dharma Wanita Persatuan Pemkab Morut yang telah berkontribusi besar dalam mendukung para suami dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Bupati berharap Dharma Wanita mampu memberikan penguatan, dorongan moral dan spiritual kepada suami agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik di tengah makin kritisnya masyarakat dalam menuntut karya-karya aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

Turut memberikan sambutan pada acara itu Ketua Ikadan Bidan Indonesia (IBI) Morut. (MC/CHEM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here