Dikbud Poso Sesuaikan Kurikulum Darurat Dimasa Pandemi

0
148
Fuad Amhar Abdullah

POSO, POSONEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Poso tengah menyesuaikan penerapan kurikulum khusus atau biasa disebut kurikulum darurat dalam penerapan proses belajar mengajar selama masa pandemic Covid-19.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Poso Fuad Amhar Abdullah, S.Sos, MSi menegaskan,panduan kurikulum dalam kondisi khusus atau darurat ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

“Penerapan kurikulum khusus ini disesuaikan dengan kondisi daerah setempat dimasa pandemi. Kita ketahui Kabupaten Poso saat ini masuk dalam Level 4 namun cenderung angka penyebaran Covid 19 terus menurun.  Jika telah masuk level 3 proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diperbolehkan meskipun belum semaksimal mungkin dan tetap mengacu pada prokes yang ada,” ujarya saat ditemui Selasa (14/9/2021).

Satu hal yang patut digarisbawahi Kata Fuad, kurikulum khusus ini memuat ketentuan bahwa saat siswa  sedang berada dalam kondisi khusus, bukanlah ketuntasan capaian kurikulum yang diutamakan, melainkan pembelajaran yang mendorong keterlibatan siswa secara aktif.

Artinya, dalam sebuah kondisi khusus, guru diharapkan dapat mempelajari bagaimana siswa dapat belajar, lalu merefleksikan pengalaman belajarnya, dan menanamkan pola pikir bertumbuh.

“Sekolah, sebagai media penghubung guru dan siswa juga perlu memastikan adanya relasi sehat antar pihak yang terlibat, untuk menciptakan rasa aman, saling menghargai, percaya, dan peduli, terlepas dari keragaman latar belakang peserta didik,” tambahnya.

Ditambahkan  Fuad Amhar,  di level PAUD, pelaksanaan kurikulum kondisi khusus harus memperhatikan usia dan tahap perkembangan setiap peserta didik. Dan untuk pendidikan dasar dan pendidikan menengah termasuk pada pendidikan khusus dan program pendidikan kesetaraan, capaian yang diperoleh terkait dengan kompetensi pada kurikulum, kebermaknaan, dan kebermanfaatan pembelajaran.

“Kurikulum dalam kondisi khusus digunakan selama status kondisi khusus ditetapkan. Dalam hal status kondisi khusus dicabut, maka kurikulum ini dapat tetap digunakan hingga akhir tahun ajaran yang sedang berlangsung,” pungkas Fuad Amhar Abdullah. LEE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here