HUT RI ke 76, Warga Desa Lanumor Galang Dana Untuk Perbaiki Jalan Rusak

0
342
Foto: Masyarakat Desa Lanumor Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara bergotong royong memperbaiki ruas jalan rusak dan berkubang lumpur, yang menghubungkan Desa Ensa dan Desa Lanumor yang luput dari perhatian pemerintah daerah setempat (Foto: Samuel)

MORUT, POSONEWS – Bermula dari keprihatinan terhadap buruknya infrastruktur jalan antara Desa Ensa dan Desa Lanumor Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara yang tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat, sejumlah warga yang mengatas namakan Group Lanumor Maju Berinovasi (GLMB) dengan motto “Kalau Bukan Kita Siapa Lagi”.

Dengan memanfaatkan media sosial berupa WhatsApp dan Facebook, warga Lanumor melakukan penggalangan dana secara sukarela untuk memperbaiki jalan yang kian rusak parah.

Saat ini “Group Lanumor Maju Berinovasi” yang didominasi oleh putra putri Desa Lanumor dan sekitarnya yang berada di perantauan, baik dalam desa maupun luar desa,  berhasil menggalang dana hingga saat ini sudah mencapai kurang lebih Rp. 5 juta, melalui rekening “Peduli Jalan Lanumor, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi di BRI dengan nomor rekening 7366-01-000-278-507 atas nama Rudian Mangil.

“Hingga saat ini juga, warga Desa Lanumor dan sekitarnya baik yang di perantauan maupun yang berdomisili di Lanumor yang ikut berpartisipasi sudah mencapai puluhan orang. Dan kami optimis jumlahnya akan terus bertambah,” kata Koordinator Lapangan Group Lanumor Maju Berinovasi, Rudi Mangil kepada media ini Senin (16/08/2021).

Ia mengatakan, realisasi dana yang terkumpul akan digunakan untuk membeli material batu gunung guna menimbun jalanan yang berlubang dan berlumpur disepanjang kurang lebih 6 kilo meter di jalan antara kedua desa yakni jalan Desa Ensa dan Desa Lanumor. 

Rudi menambahkan, dana yang terkumpul tersebut akan digunakan sebaik mungkin dan memiliki laporan pertanggung jawaban yang jelas kepada seluruh anggota penyumbang.

“Sekecil apapun dana yang dibantukan oleh para penyumbang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk perbaikan jalan. Kami juga harus membuat laporan yang jelas dan detail terkait penggunaan dana yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Semuel sebagai bagian dari pemerhati control sosial masyarakat mengingatkan, tujuan GLMB ini bukan hanya sekedar sebagai wadah untuk saling menyapa satu dengan lainnya. Namun ada misi yang diemban oleh setiap anggota dan ada tujuan yang ingin dicapai sebagai tanggung jawab moril terhadap kondisi kampung halaman terutama di bidang insfatrutur jalan yang kian memprihatinkan.

“GLMB ini ada misi yang kita emban, ada tujuan yang kita ingin capai, dan ada tanggung jawab moril diatas pundak kita semua yaitu peduli kampung halaman. Kita semua rindu agar kampung halaman kita ini juga dapat sejajar dengan kampung sekitarnya yang sudah memiliki insfatruktur yang baik,” tegasnya.

Semuel juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Desa Lanumor dan sekitarnya untuk menyatukan persepsi demi kemajuan Desa Lanumor dan sekitarnya.

“Mari kita bersama-sama menyatukan visi-misi, menyatukan persepsi, menyatukan hati untuk memajukan gerak langkah, menyatukan pikiran, tenaga dan potensi demi kemajuan desa kita,” tuturnya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Lanumor Seprianto Manantuada membenarkan dan sangat mengapresiasi dengan adanya inisiatif masyarakat Desa Lanumor dan sekitarnya melalui GLMB untuk berswadaya melalui penggalangan dana untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak parah ini.

“Setidaknya sudah membantu kami pemerintah melalui swadaya gotong royong ini demi kepentingan kita bersama,” ungkapnya.

Karenanya Rudi Mangil selaku kordinator lapangan GLMB Desa Lanumor memohon kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Utara dapat memberikan perhatian khusus.

“Segera mungkin pemerintah kiranya mengupayakan perbaikan jalan, mengingat selama ini jalan antara Desa Ensa dan Desa Lanumor sudah cukup lama memprihatinkan,” tegasnya.

Diakuinya sebelumnya memang pernah ada penanganan pekerjaan jalan dari pemda, namun inilah kenyataannya yang membuat banyak masyarakat masih menderita untuk melaui jalan yang sudah berkubangan lumpur dan menghambat perputaran ekonomi masyarakat setempat, apalagi dimusim penghujan seperti sekarang ini. CHEM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here