Pasca Gempa 6,5 SR Ratusan Warga Masih Mengungsi

0
291
- Advertisement -

PosoNews.id, Touna- Ratusan warga Kabupaten Tojo Unauna, Provinsi Sulawesi Tengah, masih bertahan di sejumlah titik pengungsian yang ada di wilayah ketinggian di Kota Ampana, pasca gempa 6,5 SR yang terjadi Senin 26 Juli 2021 malam.

Ratusan warga yang masih bertahan di tempat pengungsian itu kebanyakan berasal dari wilayah pesisir pantai seperti dari Kelurahan Muara Toba Kecamatan Ratolindo dan Desa Tete B Kecamatan Ampana Tete.

Ratusan warga itu mengungsi dan menempati sejumlah ruangan sekolah dan rumah warga yang ada di Kelurahan Uemalingku Kecamatan Ratolindo seperti di SDN 6 Ratolindo yang ada di Keurahan Uemalingku dan sejumlah rumah warga.

Warga yang mengungsi itu kebanyakan perempuan, balita, anak-anak dan orang lanjut usia (lansia).

Mereka mengungsi sejak Senin (26/7/2021) hingga Selasa (27/7/2021) dan masih enggan kembali ke rumahnya karena trauma dan khawatir adanya gempa susulan.

Hasanuddin (55),
salah seorang pengungsi asal Desa Tete B Kecamatan Ampana Tete mengaku, berada di tempat pengungsian usai terjadinya gempa 6,5 SR malam.

“Kami berada disini sejak semalam dan hingga saat ini masih bertahan disini. Kami belum mau kembali ke rumah karena masih ada gempa yang terjadi sehingga masih trauma untuk kembali, apalagi letak rumah kami berada di Pesisir Pantai,” ujarnya saat ditemui Selasa (27/7/2021) di tempat pengungsian.

Dia mengaku, meski masih berada di pengungsian, pihaknya terus memantau kondisi desanya dengan meminta anak laki-lakinya untuk melihat kondisi rumahnya.

“Kami yang mengungsi ini berasal dari satu desa. Selain di Uemalingku ini, puluhan warga lainnya juga mengungsi di Desa Sabulira Toba,” jelasnya.

Di tempat ini kata Hasanuddin, ratusan warga harus berdesak-desakan tidur dengan perlengkapan seadanya yang bisa dibawa dari desanya.

Dia menambahkan, di tempat ini juga mereka dibantu tuan rumah secara bersama-sama menyiapkan dapur umum dengan menu seadanya.

“Kami disini dibantu tuan rumah memasak makanan di dapur umum untuk keperluan makanan anak anak dan lansia serta perempuan,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan Rasma pengungsi asal Kelurahan Muara Toba Kecamatan Ratolindo mengatakan, mereka mengungsi di SDN 6 Ratolindo ini sejak usai terjadinya gempa dan masih bertahan hingga saat ini.

Dia mengatakan, hingga saat ini mereka makan perbekalan seadanya yang dibawa dari rumah dan sangat membutuhkan bantuan berupa makanan dan keperluan bayi.

“Disini kami yang mengungsi kebanyakan perempuan, lansia, anak anak dan balita,” ujarnya.

Dia mengaku sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah berupa sembako dan keperluan bayi, guna memenuhi kebutuhan di pengungsian.

“Kami masih bertahan disini (pengungsian) karena kami masih takut kembali ke rumah yang berlokasi di pinggir pantai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matadjeng menjelaskan, pihaknya terus mengupdate perkembangan pasca gempa 6,5 SR yang terjadi di daerah ini.

“Kami sejak semalam terus memantau perkembangan pasca gempa. Memang sejak semalam banyak warga yang bermukim di pesisir pantai mengungsi sementara di lokasi ketinggian atau jauh dari pantai. Namun kembali lagi ke rumah setelah situasi aman,” ujarnya.

Dia menyebutkan, hingga Selasa (27/7/2021) dari laporan yang pihaknya terima dari camat, lurah dan kepala desa baik yang ada di kepulauan, warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya masing masing dan masih ada juga yang masih bertahan di lokasi yang aman.

“Untuk wilayah darat warga yang semalam sempat mengungsi sebagian sudah kembali begitu juga yang ada di wilayah wilayah kepulauan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dampak gempa khususnya kerusakan bangunan baik bangunan milik pemerintah daerah maupun rumah warga di wilayah daratan hingga saat ini belum ada laporan sedangkan untuk wilayah kepulauan terdapat kerusakan rumah warga serta pagar milik warga di Desa Tanjung Pude Kecamatan Una-Una.

“Untuk wilayah kepulauan di Touna kami berupaya mengupdate data kerusakan yang terjadi disana. Salah satu kendala belum bisa terupdate laporannya karena jaringan komunikasi yang terbatas di wilayah kepulauan sehingga para camat dan kades belum bisa memberikan laporannya,” sebutnya.

Dia menghimbau, warga Kabupaten Tojo Una-una tetap tenang dan waspada pasca gempa 6,5 SR yang terjadi di daerah ini sejak Senin siang hingga malam.

“Kami menghimbau warga tetap tenang dan waspada pasca gempa, khususnya warga yang ada di pesisir pantai, guna mangantisipasi adanya gempa susulan dan kemungkinan terjadinya tsunami,” imbaunya. (RHM)