5.500 Warga Poso Hilang Dari Daftar Penerima BST

0
289
Kadis Sosial, Faried Awad

PosoNews.id, Poso- 5500 orang warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), tidak muncul namanya dalam daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk periode Maret-April 2021. Penyebabnya, nomor induk kependudukan (NIK) warga bermasalah, sehingga tidak konek dengan data kependudukan secara online.

“Iya memang benar pak, ada lima ribu lebih warga penerima BST yang namanya tidak muncul dalam data bayar penerima bantuan tersebut. Keputusan dibayarkan dana itu ke masyarakat berdasarkan data yang divalidasi oleh Kemensos, bukan dinas kabupaten. Sedangkan alasan kementerian ditolak oleh sistim akibat tidak terkoneksi dengan NIK. Sehingga nama warga tersebut tidak menerima BST untuk bulan Maret- April,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Poso, Farid Awad, Rabu pekan lalu.

Selain itu kata Farid, kasus data tidak bayar terjadi di semua kabupaten dan kota di Indonesia, kecuali Jawa Timur yang jumlah penerima BSTnya meningkat drastis. Sedangkan daerah lain, jumlah penerima BST turun drastis.

“Kalau pengakuan kementerian terkait dengan NIK yang bermasalah, Kabupaten Poso minggu lalu telah melakukan pemadangan NIK dan didapati Poso 85 persen NIKnya valid. Jadi alasan NIK tidak mendasar, jawabannya ada di kementerian sosial,” katanya.

Farid menambahkan jika pihaknya telah berkoordinasi untuk 5.500 orang warga penerima yang tidak lolos data bayar. Kemensos meminta agar kabupaten menginput kembali data yang dulunya masuk sebagai penerima dan periode ini tidak masuk data bayar.

Antiran warga Poso penerima BST di Kantor Pos beberapa waktu lalu (Foto: Deddy)

Sekaitan dengan ribuan warga Poso yang belum masuk data bayar pada periode ini, kemungkinan akan masuk pada periode berikutnya. Sebab, data itu telah diinput oleh Dinsos Poso. Hanya kepastian kapan pembayarannya, Farid belum bersedia memastikannya.

“Saya takut berjanji. Namun periode Maret- April 2021 selesai 31 April ini. Jika yang 5.500 belum terbayarkan kemungkinan akan dirapel pada berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengakui jika setiap saat puluhan warga datang ke kantor untuk menanyakan tidak munculnya nama mereka sebagai penerima BST ini dalam daftar data bayar pada periode Maret- April 2021. Hal ini menjadi bukti jika warga tersebut sangat membutuhkan dana tersebut, imbas dari adanya pandemi COVID-19 ini.

“Untuk Kabupaten Poso warga yang tidak masuk data bayar BST tersebar di 19 kecamatan. Dari data yang ada jumlah penerima BST kabupaten Poso tahun 2020 sampai januari dan pebruari 2021 sebanyak 12.600 orang. Pada periode Maret – April menurun drastis hanya sekitar 7.100 penerima saja. Selisihnya ada sekitar 5.500 orang yang namanya tidak muncul. Setiap orang menerima BST sebesar Rp 300 ribu per bulan. Sementara dana ini sangat dibutuhkan warga,” katanya. (DDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here