Bocah Hilang Misterius, Polsek Pamsel Susuri Danau dan Hutan Lakukan Pencarian

0
715
Aparat kepolisian Polsek Pamona Selatan bersama Babinsa, perangkat desa, kecamatan dan warga sekitar saat menyusuri hutan mencari keberadaan bocah yang hilang
- Advertisement -

TOLAMBO, POSONEWS – Seorang bocah usia 3 tahun warga Desa Tolambo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah sudah empat hari terakhir dikabarkan hilang oleh orang tuanya. Anehnya, bocah yang diketahui bernama Nugi Rantaola itu dinyatakan hilang saat berada di dalam rumah yang ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya.

Kabar hilangnya sang bocah sontak menggemparkan warga Desa Tolambo dan sekitarnya.  Kapolsek Pamona Selatan Iptu.Supriadi Bakri SH mengatakan, saat mendapati laporan bocah hilang, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Babinsa, aparat desa, aparat kecamatan dan warga untuk segera melakukan pencarian awal sambil terus menggali informasi mengenai penyebab hilangnya sang bocah.

Proses pencarian awalpun dilakukan di sekitar rumah korban dan rumah warga lainnya. “Namun mengingat wilayah Desa Tolambo yang cukup berdekatan dengan kawasan hutan, maka hingga saat ini proses pencarianpun diperluas hingga ke pegunungan, pinggiran danau bahkan hingga kedalam goa,” terang Kapolsek.

Proses pencarian bocah yang hilang dilakukan hingga malam hari dengan menyusuri goa di kaki pegunungan sekitar Desa Tolambo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso

Kejadian hilangnya sang bocah berawal pada Sabtu (27/3/2021) sekitar pukul 16.00 wita. Saat itu ayah korban James Rantaola sedang pergi ke kebun untuk mencari kayu bakar dan memetik cabai. Sementara sang ibu, Ita Lendamanu juga sedang keluar rumah untuk beribadah di gereja.

Menurut Kapolsek berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang dimintai keterangan, diketahui saat kedua orang tua Nugi keluar rumah, sang bocah berada dalam rumah bersama dengan sepupunya yakni Gunadi  yang saat itu baru saja tiba dari Desa Bancea.

“Namun berdasarkan keterangan Gunadi, saat itu ia sakit perut dan masuk ke dalam WC. Sementara bocah Nugi masih bermain di dalam kamar. Namun  saat berada dalam WC, Gunadi sempat mendengar suara pintu belakang yang dibuka. Iapun kemudian bergegas keluar dari WC dan memanggil manggil nama sang bocah. Akhirnya Gunadipun kaget  saat mendapati bocah Nugi sudah tidak berada di dalam kamarnya,” cerita Kapolsek Pamona Selatan soal kronologis awal hilangnya bocah Nugi.

Untuk mendalami kasus tersebut, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban sambil memintai keterangan dari kedua orang tua bocah dan warga sekitar. Olah TKP dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pamsel Aipda Sainuddin bersama lima anggota, disaksikan Kapolsek  Pamsel Iptu.Supriadi Bakri dan Wakapolsek Iptu. Lukas Sampe.

Camat Pamona Tenggara Yunirson Penyami, Kapolsek Pamsel Iptu.Supriadi Bakri,SH bersama Kades, BPD dan warga terus berkoordinasi di Posko guna mencari keberadaan bocah yang hilang misterius

“Namun hingga saat ini berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, belum ditemukan tanda tanda mengenai penyebab hilangnya bocah Nugi yang saat itu berada di dalam kamar rumahnya. Semua informasi yang kita himpun masih simpang siur. Belum ada tanda yang menjurus kearah penculikan atau upaya pembunuhan. Belum ada keterangan yang bisa kita jadikan acuan untuk proses selanjutnya. Hilangnya bocah Nugi sejauh ini masih misterius,” tambah Kapolsek Pamona Selatan Iptu.Supriadi Bakri.

Pihak keluarga dan orang tua korban juga sudah menggelar acara adat setempat untuk mencari sang bocah. Hasilnya, menurut orang pintar setempat bahwa bocah Nugi masih berada di sekitar wilayah Desa Tolambo namun dalam penguasaan makhluk halus.

Intensitas pencarian juga ditandai dengan didirikannya Posko pencarian oleh warga setempat. Bahkan kapolsek Pamsel memberikan bantuan berupa mie instan, telur dan gula kopi kepada warga yang berada di Posko saat melakukan pencarian.

Sampai berita ini diturunkan, proses pencarian bocah Nugi yang hilang secara misterius masih terus dilakukan, bahkan hingga malam hari. Aparat kepolisian bersama Camat Pamona Tenggara Yunirson Penyami, Babinsa, perangkat desa dan masyarakat terus menyusuri wilayah hutan dan pegunungan sekitar untuk mencari jejak keberadaan Nugi. Pihak keluarga dan orang tua Nugi sangat berharap dan yakin anaknya bisa kembali ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. LEE