Gelar PKPNU, Sutami: NU Bagian Komponen Bangsa Yang Ikut Berkontribusi Dalam Proses Lahirnya Negara Ini

0
521
- Advertisement -

PosoNews.id, Poso- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Poso, menggelar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan I.

Giat yang dilaksanakan Jumat 19-21 Maret 2021 di Hotel Bambu Jaya, Kelurahan Bonesompe, diikuti oleh ratusan orang peserta yang terdiri dari pengurus struktural PCNU, MWCNU, Badan otonom (Banom), Forkopimda, tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren di wilayah kerja PCNU Kabupaten Poso.

Ketua Tanfidziyah NU Poso, Sutami M.Idris, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, PKPNU penting dilakukan karena merupakan amanah organisasi dari pengurus pusat.

Sebab, NU memikul tanggung jawab yang secara garis besar terbagi dalam tiga bagian. Yakni, tanggung jawab keagamaan (Mas’uliyyah diniyyah), tanggung jawab kebangsaan (Mas’uliyyah Wathoniyyah) dan tanggung jawab global/kemanusiaan (Mas’uliyyah A’laamiyyah).

“Ketiga tanggung jawab tersebut harus bersinergi, sinkron dan tidak boleh bertabrakan atau berbenturan. Jika ada benturan terhadap ketiganya maka pasti ada kesalahan pemahaman persepsi, apakah kesalahan pemahaman keagamaan, atau kesalahan pemahaman soal kebangsaan ataupun kesalahan pemahaman dalam hal kemanusiaan,” tukasnya.

Hal penting yang perlu diketahui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, bahwa NU adalah sebagai salah satu komponen bangsa yang ikut berkontribusi dalam proses lahirnya Negara ini, serta bertanggung jawab penuh menjamin tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Olehnya kehadiran Bupati Poso sebenarnya diharapkan lebih pada representasi dari sebuah tanggung jawab kebangsaan dan kemanusiaan. Dimana dalam salah satu ikon Bupati yakni Membangun Harmoni.

“Itulah alasan mengapa kami sowan kepada Ibu Bupati Poso pada Rabu (17/3) lalu dalam pembukaan PKPNU ini. Namun, sangat disayangkan setelah menunggu lama diruang tunggu Bupati, ternyata kami tidak bisa menemui beliau,” terang Ketua Tanfidziyah NU Poso, Sutami M.Idris.

Dikatakannya, dalam kerangka membangun harmoni tersebut maka setiap putra/putri terbaik bangsa yang telah mendapat mandat rakyat, harus membuka ruang selebar lebarnya bagi setiap identitas dan kelompok masyarakat untuk datang kepada pemimpinnya sebagai pemegang mandatnya tanpa harus dikooptasi dan dibatasi lewat pembagian tugas menurut identitas.

“Dan patut di catat bahwa sejak lahirnya NU tidak pernah menjadi oposisi kepada setiap kepemimpinan di Negara tercinta ini, sebab bagi NU jika negara ini sakit maka NU juga pasti merasakan sakit. Bahkan jikapun NU tidak dilirik oleh kekuasaan, hal itu tidak sedikit pun menjadi halangan untuk berbakti dan komitmen terhadap Bangsa ini,” tegas Sutami.

Hal itu telah terbukti selama puluhan tahun ketika Orde Baru (Orba) berkuasa. Namun NU terus berdoa kepada Allah SWT agar Negara ini tetap kokoh dalam lindungan-Nya yang Maha Agung, demikian pula halnya Kabupaten Poso yang tercinta.

“Semboyan dari dulu sebagai Negeri Sintuwu Maroso harus tetap kuat dan mendarah daging di hati setiap warganya, kami harus katakan bahwa Poso harus bersinar dan harus sejahtera. Membangung Bersama Sejahtera Bersama. Bersama Ibu Bupati dr. Verna Gladis Merry Inkiriwang dan wakil Bupati Yasin Mangun,” tandasnya. (*)