PosoNews.id, Poso- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso menarik mahasiswa yang telah mengikuti program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), Pengenalan Lingkungan Kerja (PLK), Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi (KKN-T) angkatan VIII Tahun Akademik 2020-2021 di berbagai lokasi.
Ada pun lokasi tempat mahasiswa yang melaksanakan PLS/PLK, KKN-T tersebar di 8 (delapan) kecamatan yang ada di Kabupaten Poso dan Kabupaten Tojo Una-Una.
Program KKN-T yang mengusung tema “Peran Mahasiswa STAI Poso Cegah Covid-19 Sebagai Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi” itu, dilaksanakan sejak tanggal 4 Januari hingga 5 Februari 2021.
Kegiatan yang di gelar secara virtual di ruang IT Room STAI Poso melalui aplikasi zoom meeting, secara langsung dibuka oleh Ketua Yayasan, Irfan Abd. Gafar, M.Pd.I, dan Ketua STAI Poso, Dr. H. Nasruddin L. Midu dengan menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.
Dalam sambutan Ketua Yayasan Irfan Abd. Gafar mengatakan, di era industri 4.0 ini, mahasiswa dituntut bukan untuk jadi programmer komputer, akan tetapi mahasiswa dituntut bagaimana cara berpikirnya runtut seperti kerja komputer.
“Inilah ketermpilan yang harus dimilki oleh orang-orang yang hidup di era industri 4.0,” tukasnya.
Ada 4 (empat) hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa, urai Ketua Yayasan, pertama mahasiswa harus berfikir dekomposisi, kedua harus mampu membuat desain atau pola untuk pemecahan masalah atau perencanaan sebuah kegiatan, ketiga memfokuskan elemen-elemen terkecil dengan menguraikan dari permaslaahan yang paling urgen sampai pada hal yang tidak terlalu urgen. Dan yang terakhir berpikir algoritma atau berpikir step by step.

Sementara, Ketua STAI Poso Dr. H. Nasruddin L. Midu menambahkan, bahwa KKN tahun ini dilaksanakan pada situasi yang tidak mudah dan tidak menentu.
Dikatakannya, pandemi covid 19 memang menimbulkan berbagai macam permasalahan. Namun berbagai program kegiatan yang dilakukan para mahasiswa yaitu dengan melibatkan diri dalam menyikapi pandemi Covid-19 ini, baik dalam bidang pendidikan, dakwah keagamaan dan lain-lain.
“Semua bermuara pada kehendak kita untuk melibatkan diri dalam mengimplementasikannya ke masyarakat,” ujarnya.
Setelah sebulan lamanya mahasiswa melakukan kegiatan PLS/PLK, KKN-T secara programatik, saatnya sekarang mahasiswa merefleksikan sekecil atau sebesar apa pun yang telah dibuat.
“Pertama kita harus mengubah hidup kita. Karena dengan mengubah hidup kita maka secara tidak langsung akan mengubah orang-orang disekitar kita, itulah proses pendidikan yang kita harapkan. Inilah bentuk kehadiran STAI Poso,” pungkasnya.

Selaku Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masysarakat (LP2M) STAI Poso, Abdul Kadir Abdjul menjelaskan, bahwa ada 115 orang mahasiswa yang mengikuti PLS/PLK, KKN-T, terdiri dari 2 (dua) prodi. Yakni, Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Prodi Ekonomi Syariah.
“Dari 115 mahasiswa yang ikut pelaksanaan KKN-T ini, tersebar di 21 madrasah/sekolah sebagai lokasi PLS. Sedangkan untuk lokasi PLK tersebar di 19 lembaga, instasi maupun perusahaan,” terangnya.
Dia juga mengucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan KKN terintegrasi kali ini. Baik Pemerintah Daerah, pemerintah kecamatan hingga pemerintah kelurahan/desa, kepala madrasah, pimpinan lembaga/instansi serta pimpinan perusahaan yang telah bersama-sama membimbing mahasiswa PLS/PLK-KKN terintegrasi selama sebulan lamanya.

Untuk diketahui, giat yang dilakukan secara virtual itu, selain dihadiri oleh Ketua I, Ketua II, Ketua III dan Civitas Akademika STAI Poso, nampak hadir pimpinan lembaga/instansi/perusahaan serta kepala madrasah tempat dilaksanakannya PLK dan PLS.
Acara penarikan mahasiswa KKN-T di tandai dengan pelepasan atribut jaket KKN oleh masing-masing mahasiswa dan di akhiri dengan pembacaaan doa. (ANT)





