Solidaritas Rakyat Miskin Minta Direktur RSUD Ampana Turun dari Jabatan

0
327
- Advertisement -

PosoNews.id, Touna- Puluhan orang yang mengatasnamakan Solidaritas Rakyat Miskin Tojo Unauna, Rabu (27/1) menggelar aksi damai, menuntut Direktur RSUD Ampana turun dari jabatannya.

Desakan mereka ini buntut dari beberapa peristiwa terkait pelayanan pasien di RSUD Ampana yang dinilai pengunjuk rasa buruk.

Dalam aksi yang digelar di perempatan pertokoan Jalan. Yos Sudarso, Kelurahan Uentanaga Bawah, Kecamatan Ratolindo ini, para pengunjuk rasa membentangkan empat lembar spanduk bertuliskan “Gagal pimpin RSUD, Dr. Niko harap mundur, obat mahal orang miskin dilarang sakit, sebelum banyak korban Dr. Niko segera turun dan memohon kepada bupati copot Dr. Niko”.

Koordinator aksi Muhamad Aksa dalam orasinya mengatakan meminta secara iklas kepada Dr. Niko untuk meletakkan jabatannya dan memohon kepada bupati Tojo Unauna, untuk segera mengganti Direktur RSUD Ampana secepatnya.

“Apabila tuntutan ini tidak dilanjuti oleh pemerintah daerah, maka kami akan melakukan aksi kembali,” kata Aksa menambahkan, aksi ini adalah damai yang di tujukan kepada pihak Direktur RSUD Ampana.

“Tidak ada kepentingan pribadi, kelompok maupun politik, kita ketahui bersama besar subsidi untuk alokasi biaya kesehatan, seperti masalah Perda parkiran kendaraan, yanh seharusnya pihak rumah sakit memberikan pelayan gratis, tapi yang terjadi malahan parkiran dijadikan lahan pemasukan dengan menggandeng pihak perusahaan, untuk mendapatkan keuntungan,” paparnya.

Dia juga menambahkan, jika tuntutan mereka ini setelah menerima informasi adanya warga dari Desa Pusungi, Amoana Tete, menjadi korban pelayanan yang buruk.

“Karena bisa jadi besok keluarga kita yang jadi korban ketidakadilan hanya karena tidak mampu membayar biaya perawatan di rumah sakit, sebagai pimpinan seharusnya pak direktur punya standar kebijakan, semisal apabila ada pasien yang seputaran kota Ampana bisa diantar dengan menggunakan kendaraan Ambulance,” urainya.

Dia juga minta kepada Kepala Dinas Kesehatan Touna yang turut membiarkan beberapa peristiwa yang terjadi di RSUD Ampana. “Kesehatan ini merupakan hak rakyat dan negara menjamin itu. Olehnya kedatangan kami disini tidak ingin ribut, kami minta direktur mundur dari jabatannya,” jelasnya.

Aksi damai tersebut rencananya akan kembali dilaksanakan Kamis bertempat di halaman kantor DPRD Tojo Una Una, menuntut pihak pemerintah daerah agar segera menindak lanjuti tuntutan aksi.

Ditempat terpisa Direktur RSU Ampana dr. Niko mengatakan, pada prinsipnya dirinya sebagai ASN tidak akan memberikan tanggapan apapun terkait tuntutan pendemo. “Itu semua kembali kepada pimpinan tertinggi ASN atau bupati,” jelas dr. Niko. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini