Bupati Delis Gaungkan Persatuan, Kerukunan Jadi Kunci Morowali Utara Berkemajuan

0
57
- Advertisement -

POSONEWS.ID, MORUT – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, menegaskan pentingnya peran tokoh agama, lembaga pendidikan keagamaan, dan generasi muda dalam menjaga kerukunan serta membangun sumber daya manusia yang berkarakter. Hal itu disampaikannya saat membuka Dialog Kebangsaan di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Kamis (22/10/2026).

Dialog Kebangsaan yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut mengusung tema
“Meneguhkan Persatuan, Merawat Kerukunan, dan Membangun Morowali Utara Berkemajuan dalam Semangat Tepo Asa Aroa.”

Dalam sambutannya, Delis mengatakan persatuan dan kerukunan merupakan modal penting bagi Morowali Utara yang memiliki masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam.

Karena itu, momentum Hari Santri perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mencegah potensi perpecahan di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Hari Santri dan Dialog Kebangsaan ini, mari kita teguhkan persatuan untuk menangkal segala potensi perpecahan, merawat kerukunan yang sudah terjalin indah, demi mewujudkan Morowali Utara yang berkemajuan, sejahtera, dan harmonis,” ujar Delis.

Menurut dia, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus menyentuh aspek spiritual, moral, dan karakter masyarakat.

Delis menjelaskan, visi Morowali Utara untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera harus dimaknai secara menyeluruh, baik dari sisi jasmani maupun rohani, intelektual maupun spiritual.

Ia menilai tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, dan guru-guru agama memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, menjaga kedamaian, serta menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.

“Peran pendidikan keagamaan sangat penting bagi daerah ini dan bagi bangsa. Para tokoh agama, pemimpin pesantren, pengasuh, dan guru-guru agama memegang peranan besar dalam membangun sumber daya manusia yang sehat secara jasmani dan rohani, cerdas secara intelektual dan spiritual, serta sejahtera lahir dan batin,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap memberikan perhatian kepada sektor pendidikan dan pembinaan keagamaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Menurut Delis, insentif bagi imam, pendeta, dan pemangku tetap dipertahankan. Begitu pula kebijakan pendidikan gratis bagi siswa yang terus dijalankan karena pendidikan merupakan investasi penting untuk menyiapkan generasi penerus daerah dan bangsa.

Kepada para santri dan pelajar yang hadir, Delis berpesan agar terus menuntut ilmu, memperkuat akhlak, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengembangkan kemampuan berinovasi.

“Kalian adalah masa depan daerah ini dan masa depan bangsa ini. Tuntutlah ilmu dengan sebaik-baiknya, jadilah generasi yang berakhlak mulia, memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, serta terus berinovasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan yang sama, Ketua TP-PKK Morowali Utara sekaligus anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., menyampaikan materi mengenai pentingnya empat pilar kebangsaan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa merupakan landasan penting yang perlu dipahami dan diamalkan masyarakat.

Pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan, menumbuhkan sikap saling menghormati, dan menjaga kehidupan masyarakat yang majemuk agar tetap harmonis.

Dialog Kebangsaan juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas penguatan ideologi Pancasila, moderasi beragama, serta kontribusi pemuda dan santri dalam pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., Ketua FKUB Morowali Utara, anggota DPRD Morowali Utara, Arman Purnama Marunduh, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Morowali Utara, Lalu Akroman Jafar, M.H.I.

Hadir pula perwakilan Kejaksaan Negeri Morowali Utara, pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan dan santri dari berbagai pondok pesantren di Morowali Utara.

Melalui Dialog Kebangsaan tersebut, pemerintah daerah berharap semangat persatuan dan toleransi semakin kuat, sehingga seluruh elemen masyarakat dapat terus bekerja sama membangun Morowali Utara yang damai, harmonis, dan berkemajuan dalam semangat Tepo Asa Aroa.(*/CHEM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini