99 Persen Madrasah Ikut OMI 2026, Morowali Utara Bidik Prestasi Nasional

0
115
Foto: Ilustrasi
- Advertisement -

MORUT, POSONEWS.ID – Sekitar 99 persen madrasah negeri dan swasta di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Morowali Utara ambil bagian dalam Simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Tingginya partisipasi ini menjadi modal awal Morowali Utara membidik peserta terbaik untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Pelaksanaan simulasi digelar di dua titik lokasi untuk menjangkau madrasah di wilayah Morowali Utara yang memiliki kondisi geografis cukup luas. MTs Negeri 1 Kolonodale menjadi Tilok 1 bagi peserta dari wilayah daratan, sedangkan MIN 1 Baturube ditetapkan sebagai Tilok 2 untuk mengakomodasi peserta dari wilayah lainnya.

Memasuki hari ketiga, pelaksanaan simulasi berlangsung tertib dan lancar. Tim Pelaksana OMI yang diketuai Moh. Indra Bampe bekerja bersama proktor, teknisi, kepala madrasah, pengawas, dan guru untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai petunjuk teknis OMI 2026.

Kepala Kantor Kementerian Agama Morowali Utara, Hasyim Alidrus, S.Ag., M.M., turut memantau pelaksanaan sekaligus menerima laporan perkembangan dari Tim OMI. Ia menilai kesiapan teknis dan tingginya partisipasi menjadi sinyal positif bagi pembinaan prestasi peserta didik.

“Setelah mengamati pelaksanaan dan menerima laporan dari Tim OMI, saya melihat persiapan tahun ini berjalan tertib dan profesional sesuai Juknis. Insya Allah, kita optimistis tahun ini Morowali Utara akan melahirkan kompetitor-kompetitor terbaik yang mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ujar Hasyim.

Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Morowali Utara, Dr. Ibrahim Ismail, S.Ag., M.HI., mengatakan partisipasi hampir seluruh madrasah menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kompetisi akademik. Menurutnya, simulasi juga menjadi ruang untuk mengukur kesiapan peserta sebelum menghadapi tahapan berikutnya.

“Alhamdulillah, antusiasme madrasah dan peserta tahun ini sungguh menggembirakan. Hampir seluruh madrasah, baik negeri maupun swasta, ikut ambil bagian. Ini adalah modal besar bagi kita untuk menatap tahapan OMI selanjutnya,” kata Ibrahim.

Ia menegaskan, simulasi tidak boleh berhenti sebagai agenda teknis. Hasilnya harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan akademik, mental kompetisi, dan kepercayaan diri peserta.

“Meskipun ini baru simulasi, kita ingin menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus membangun kesiapan peserta. Kita berharap dari proses ini akan lahir peserta-peserta terbaik Morowali Utara yang memiliki kemampuan, mental kompetisi, dan kepercayaan diri untuk bersaing di level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ibrahim bahkan memasang target lebih tinggi bagi madrasah di Morowali Utara. “Target kita harus lebih tinggi. Kita ingin Morowali Utara mampu masuk tiga besar tingkat provinsi dan, insya Allah, mengirimkan kompetitor terbaik hingga tingkat nasional. Tentu ini membutuhkan kerja bersama dan pembinaan yang konsisten sejak sekarang,” tegasnya.

Dengan partisipasi sekitar 99 persen madrasah, pekerjaan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut diterjemahkan menjadi prestasi. Pembinaan berkelanjutan, evaluasi hasil simulasi, serta kesiapan peserta akan menjadi penentu apakah optimisme Morowali Utara benar-benar mampu berujung pada capaian di tingkat provinsi dan nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini